Jokowi dalam Perjalanan Kereta Menuju Ukraina: Kami Memulai Misi Perdamaian dengan Niat Baik, Semoga Dimudahkan
ASKARA - Presiden Joko Widodo telah bertolak menuju Ukraina, Rabu (29/6).
Presiden bersama Ibu Negara RI beserta rombongan saat ini masih dalam perjalanan dari Polandia menuju Kyiv, Ibu Kota Ukraina menggunakan kereta khusus.
Jokowi berharap misinya mendorong perdamaian bisa membuahkan hasil saat bertemu Presiden Volodymyr Zelensky.
"Dari peron 4 Stasiun Przemysl Glowny di kota Przemysl, Polandia, pukul sembilan malam, saya dan rombongan terbatas berkereta menuju Kyiv, Ukraina," kata Jokowi melalui kicauan di Twitter.
"Kami memulai misi perdamaian ini dengan niat baik. Semoga dimudahkan," tambah Jokowi.
Jokowi beserta rombongan menempuh perjalanan kereta selama 12 jam dari Polandia menuju Ibu Kota Kyiv. Mereka diperkirakan sampai di Kyiv pada Rabu pagi waktu setempat.
Sebelumnya, Jokowi berada di Jerman selama 2 hari untuk menghadiri KTT G7 di Elmau, Jerman.
“Selanjutnya Presiden akan meneruskan perjalanan ke Ukraina melalui Polandia,” ujar Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, dalam pernyataan resminya, Selasa (28/6).
Usai bertemu Volodymyr Zelensky, Jokowi dijadwalkan bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Retno mengatakan, telah melakukan hubungan komunikasi yang intens dengan berbagai pihak jelang kunjungan Jokowi ke Ukraina.
"Komunikasi antara lain dengan UNOCHA (Martin Griffiths), Sekjen UNCTAD (Rebeca Grynspan), Menlu Turki dan Sekjen PBB,” ungkapnya.
Jokowi mengatakan akan membawa visi perdamaian saat berkunjung ke Ukraina.
“Misinya adalah mengajak Presiden Ukraina, Presiden (Volodymyr) Zelensky untuk membuka ruang dialog dalam rangka perdamaian, untuk membangun perdamaian, karena perang memang harus dihentikan, dan juga yang berkaitan dengan rantai pasok pangan harus diaktifkan kembali,” ujarnya.

Komentar