Alasan Kerja Sama dengan Gerindra, PKB: Tahu Diri Hanya Punya 10 Persen Suara
ASKARA - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jazilul Fawaid menyampaikan alasan partainya sepakat menjalin kerja sama dengan Partai Gerindra menuju Pilpres 2024.
Menurut Jazilul, salah satu alasannya yakni demi memenuhi syarat ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden (presidential threshold).
"PKB selalu mengajak siapa yang bisa, siapa yang bisa, karena PKB tahu diri hanya punya 10 persen suara. Ketika bersama dengan Gerindra, ini (suara terpenuhi) makin dekat," ungkap Jazilul, dalam keteragannya, dikutip Senin (20/6).
Diketahui, berdasarkan ketentuan UU Pemilu No 7/2017, hanya partai politik atau gabungan partai politik yang memiliki minimal 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah nasional yang dapat mengajukan capres/cawapres.
Dikatakan Jazilul, partainya memahami betul ketentuan tersebut, sehingga harus mencari teman untuk membangun koalisi di Pilpres 2024.
PKB, kata Jazilul, sudah menggodok sejumlah perjanjian kerja sama dengan Partai Gerindra. Namun, Jazilul menegaskan pintu bagi partai lain yang mau bergabung masih terbuka.
Menurutnya, selama ini PKB aktif menjalin komunikasi dengan berbagai partai, termasuk dengan PKS dan Partai Demokrat.
"Nah, di tengah-tengah kami berkomunikasi ternyata ada juga komunikasi yang baik dengan Gerindra," ujarnya.
Jazilul mengatakan selama ini kedua partai tersebut belum pernah menjalin kerja sama di pilpres.
Lantaran itu, kata dia, untuk pesta politik mendatang PKB ingin mencoba lebih realistis dengan menjalin kerja sama dengan Gerindra.
"Akhirnya kelihatan kalau bersama Gerindra ini lebih realistis dan lebih cepat untuk mencari pasangan dan memasangkan siapa presiden dan wakil presidennya," ucapnya.
Sebelumnya, PKB dan Gerindra sepakat bekerja sama usai Prabowo menemui Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin di Kertanegara, Jakarta Selatan, Sabtu (18/6) malam.

Komentar