Keahlian Dokter Terawan Luar Biasa, Pemecatan dari Keanggotaan IDI Sangat Arogan dan Tendensius
ASKARA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memecat mantan Menteri Kesehatan Prof DR Dr Terawan Agus Putranto, SpRad (K) RO dari keanggotaan secara permanen.
Pemberhentian penggagas Vaksin Nusantara itu dilaksanakan selambat-lambatnya 28 hari kerja sejak diumumkan.
Pemecatan terhadap mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto itu dilakukan berdasarkan hasil keputusan Muktamar Ke-31 IDI di Banda Aceh, Jumat (25/3).
Terkait hal itu, pengamat Kebijakan publik Donny Irawan berpandangan, pemecetan dokter Terawan oleh IDI merupakan sikap arogan dan tendensius.
Dia pun mendorong agar IDI mencabut surat pemecetan terhadap dokter Terawan itu.
"Kita minta cabut surat pemecatannya. Orang pandai di Indonesia akan kabur keluar negeri kalau seperti ini jika tidak mendapatkan tempat. Sekelas dokter Terawan keahliannya luar biasa di dunia kedokteran dipecat IDI," kata Donny, Sabtu (26/3).
Dikatakan Donny, pengobatan yang dilakukan dokter Terawan melalui proses DSA telah terbukti berhasil menyembuhkan pasien yang bermasalah dengan otak. Tapi justru dipecat IDI.
"Banyak sudah terbukti para pasien merasakan sangat terbantu pengobatan yang dilakukan oleh dokter Terawan dan berhasil. Vaksin Nusantara pun berhasil, ini malah karya anak bangsa tidak mendapatkan tempat di Indonesia," ujar Donny.
Sebelumnya, ada tiga poin yang dibacakan panitia terkait putusan pemecatan terhadap dokter Terawan dari keanggotan IDI.
Lewat surat tim khusus MKEK Nomor 0312/PP/MKEK/03/2022 memutuskan menetapkan. Pertama, meneruskan hasil keputusan rapat sidang khusus MKEK yang memutuskan pemberhentian permanen sejawat Prof Dr dr Terawan Agus Putranto, SpRad(K), sebagai anggota IDI.
"Kedua, pemberhentian dilaksanakan oleh PB IDI selambat-lambatnya 28 hari kerja. Ketiga, ketetapan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan," ujar salah satu panitia yang dikutip dari video muktamar.

Komentar