Kamis, 01 Desember 2022 | 01:06
NEWS

Kapolres Intan Jaya Ungkap Kondisi Bandara Bilorai Papua, Tak Ada Petugas, Kepala Bandara, Airnav hingga Lubang di Runway

Kapolres Intan Jaya Ungkap Kondisi Bandara Bilorai Papua, Tak Ada Petugas, Kepala Bandara, Airnav hingga Lubang di Runway
Kapolres Intan Jaya dan TNI di Bandara Bilorai, Intan Jaya (Dok Istimewa)

ASKARA - Kondisi Bandara Bilorai Sugapa di Kabupaten Intan Jaya, Papua sangat memprihatinkan. Pasalnya, tidak ada petugas atau karyawan di bandara tersebut yang mengatur penerbangan.

Keprihatinan tersebut diungkapkan Kapolres Intan Jaya, AKBP Sandi Sultan, SIK dalam sebuah video yang diterima redaksi Askara, Selasa (15/3).

Menurut Sandi, yang menjaga dan mengoperasikan bandara justru aparat dari TNI dan Polri.

"Sangat prihatin saya lihat, sangat prihatin. Ini yang keberapa kali dan berulang saya sampaikan. Kurang lebih 6 bulan, staf ataupun kepala bandara dalam hal ini yang bertanggung jawab dengan bandara serta Airnav yang bertanggung jawab penerbangan maskapai yang masuk ke bandara Bilorai di Kabupaten Intan Jaya ini tidak melaksanakan tugas selama ini," ungkap Sandi, dikutip Selasa (15/3). 

Saat menyampaikan keprihatinan dalam video, Sandi berada di depan sebuah pesawat yang tergelincir lantaran pecah ban di bandara itu. Sandi menduga, insiden tersebut bisa jadi akibat ban pesawat maupun runway yang tidak maksimal dalam pembangunannya.

Diketahui, Pesawat Spirit Avia Sentosa (SAS) dengan nomor PK-FSW yang terbang dari Bandara Moses Kilangin Timika, Mimika, tergelincir saat landing di Bandara Bilorai, Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua, pada Senin (28/2) lalu sekitar pukul 08.37 WIT. Penyebabnya, pesawat mengalami pecah ban.

Pesawat tersebut dipiloti Capten Alion Belau dan FO Irela Yudiasto dan memuat enam orang penumpang yakni Fonataba, Damianus, Muskana, Jhon Pigau, Harusu dan Darkon.  

"Saya akan kasih lihat ada runway ini yang bocor atau lubang dan sangat membahayakan bagi penerbangan pesawat, baik pesawat itu sendiri maupun masyarakat sebagai penumpang," ujarnya.

Sandi mengungkapkan, Bandara Bilorai saat ini justru dioperasikan Paskhas TNI AU, Satgas Preventiv, dan TNI 521.

"Ini yang menjaga saat ini, mengamankan kegiatan di bandara, kegiatan masyarakat penerbangan semuanya diamankan oleh TNI-Polri. Sampai kapan mau seperti ini. Saya sampaikan pegawai bandara dan Airnav, kalian digaji oleh negara. Tugas pokok kalian laksanakan dengan baik di Intan Jaya," tegasnya.

Dikatakan Sandi, bukan tugas TNI-Polri menjaga atau mengoperasikan bandara.

"Tugas kami ada, pelayanan, perlindungan, pengayoman masyarakat dan menjaga keamanan serta mendukung kegiatan pemerintah dalam pembangunan, itu tugas kami, bukan menjaga bandara," terangnya.

Sandi kemudian berkeliling dan menunjukkan lubang yang terdapat di runway Bandara Bilorai tersebut.

"Ini bisa berakibat fatal bagi pesawat, tergelincir dikarenakan ini (lubang,red). Ban pecah, ban lepas atau penyangga ban itu yang tidak kuat bisa patah. Pesawat bisa tergelincir dan meledak serta berakibat korban jiwa," tandasnya.

Komentar