Rabu, 17 Juni 2026 | 17:59
NEWS

Lima Drone Mengudara di Kawasan Sirkuit Mandalika, Anti-drone Jammers Langsung Bergerak

Lima Drone Mengudara di Kawasan Sirkuit Mandalika, Anti-drone Jammers Langsung Bergerak
Ilustrasi drone (Dok petapixel)

ASKARA - Lima unit pesawat nirawak atau drone yang mengudara secara liar di kawasan Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) diturunkan paksa tim Brimob Polri. 

Untuk diketahui, Polri menyiagakan sejumlah personel Brimob di kawasan Sirkuit Mandalika untuk mengamankan Tes Pramusim MotoGP 2022, yang dimulai Jumat (11/2). 

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Artanto mengatakan, lima unit drone tersebut diturunkan menggunakan alat bantu bernama anti-drone jammers.

Sesuai aturan, drone liar atau ilegal tanpa izin dari pihak penyelenggara MotoGP tidak diperbolehkan terbang. 

"Ditakutkan mengganggu jalannya race," ujar Artanto dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (11/2).

Artarto mengimbau masyarakat, terutama pengunjung Sirkuit Mandalika untuk tidak menerbangkan drone di kawasan itu. Pasalnya, penerbangan drone secara ilegal di sekitar sirkuit dikhawatirkan mengganggu kegiatan tes pramusim MotoGP 2022 yang mulai digelar pada Jumat (11/2) ini. 

"Sebelumnya kami sudah imbau dan bina mereka untuk jangan melakukan hal itu. Apabila dilakukan lagi, kami akan melakukan tindakan," tegasnya.

Alat anti-drone jammers ditempatkan di sekitar Sirkuit Mandalika bersama dengan tim siaga dari Korps Brimob Polri.

Anti-drone jammers tersebut dapat mendeteksi keberadaan pesawat nirawak yang mengudara dalam radius 2 kilometer di sekitar areal sirkuit. 

"Kami dari kepolisian akan terus melakukan patroli drone," ujar Kombes Artanto. 

Dia pun mengingatkan bahwa penerbangan drone sudah memiliki dasar hukum sesuai yang tercantum dalam UU Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.

"Dalam aturan tersebut, ada sanksi hukum pidana dan denda bagi yang melanggar," bebernya. 

Selain larangan kepada warga, ITDC juga telah meminta tim pengamanan dari TNI-Polri untuk tidak menerbangkan drone, kecuali ada izin dari pihak penyelenggara. (ant/jpnn)

 

Komentar