Senin, 17 Januari 2022 | 14:48
NEWS

Jumlah Rumah yang Rusak Akibat Gempa Banten Capai 1.231, Ini Rinciannya

Jumlah Rumah yang Rusak Akibat Gempa Banten Capai 1.231, Ini Rinciannya
Ilustrasi gempa. (geo.tv)

ASKARA - Sebanyak 1.231 rumah mengalami kerusakan akibat gempa bermagnitudo 6,6 yang terpusat di Banten, Jumat kemarin (14/1).

Berdasar data yang dihimpun Pemerintah Provinsi Banten, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

Jumlah rumah yang rusak tersebut terdiri dari 226 rusak berat, 290 rusak sedang dan 715 rusak ringan.

Rinciannya, di Kabupaten Pandeglang sebanyak 214 rusak berat, 269 rusak sedang dan 617 rusak ringan, dari jumlah 28 Kecamatan dan 123 Desa.

Sedangkan di Kabupaten Lebak 12 rusak berat, 12 rusak sedang dan 98 rusak ringan, dari jumlah 15 Kecamatan dan 32 Desa. Di Kabupaten Serang terdapat 9 rusak sedang, dari jumlah 3 Kecamatan dan 4 Desa.

Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) melalui Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Banten Nana Suryana mengatakan, masyarakat yang rumahnya rusak masih mengungsi ke sanak saudaranya yang rumahnya tidak terdampak.

"Kita belum membuka tenda pengungsian, karena masyarakat masih memilih untuk menetap di rumah saudaranya," kata Wahidin, Sabtu (15/1). 

Selain kerusakan rumah, dampak gempa bermagnitudo 6,6 itu juga mengakibatkan sejumlah bangunan sekolah, kantor pelayanan serta tempat ibadah rusak.

Di wilayah Kabupaten Pandeglang dari jumlah Kecamatan dan Desa di atas, terdapat 13 sekolah, 14 Puskesmas, 4 sarana ibadah, 3 kantor pemerintahan dan 1 tempat usaha yang mengalami kerusakan.

Sementara untuk di Kabupaten Lebak ada 5 sekolah yang rusak, 2 fasilitas umum dan 1 kantor desa. Sedangkan untuk di Kabupaten Serang tidak ditemukan kerusakan.

"Alhamdulillah korban jiwa tidak ada, hanya ada 2 warga Lebak yang luka ringan," jelasnya.

Untuk memastikan kebutuhan makanan bagi masyarakat korban terdampak gempa, Nana mengungkapkan sudah ada bantuan yang didistribusikan ke Kecamatan Munjul dan sekarang akan kembali didistribusikan ke Kecamatan Sumur.

"Selain dari kami (Pemprov Banten), ada juga bantuan makanan dari Polda dan Dinsos Kabupaten Pandeglang," ucapnya.

Jika ada pihak lain yang akan memberikan bantuan makanan dan lainnya, dipusatkan di Forkopimcam masing-masing. "Nanti dari situ akan diarahkan untuk proses pendistribusiannya kemana saja," katanya.

Kecuali bantuannya sudah ditarik oleh Kabupaten, itu koordinatornya langsung Kepala Daerah atau Bupati. "Termasuk juga kalau ada relawan yang mau ikut membantu, itu koordinasinya ke Forkopimcam," tambahnya.

Untuk pembuatan dapur umum, lanjutnya, BPBD Provinsi Banten memang tidak langsung mendirikan, mengingat situasi di lokasi masih cukup terkendali. Namun tidak menutup kemungkinan pihaknya juga akan mendirikan dapur umum bila situasi nantinya cukup parah.

Komentar