Senin, 17 Januari 2022 | 13:33
NEWS

Lukisan Karya Ridwan Kamil yang Diunggah di NFT Dibeli Crazy Rich Asal Bangka, Lihat Harganya

Lukisan Karya Ridwan Kamil yang Diunggah di NFT Dibeli Crazy Rich Asal Bangka, Lihat Harganya
Lukisan Ridwan Kamil (Dok Instagram @lanangcikall)

ASKARA - Fenomena non-fungible token (NFT) marak menjadi perbincangan publik saat ini menyusul Gustaf Al Ghozali alias Ghozali Everyday yang viral usai menjual gambar swafotonya hingga meraup untung Rp1,5 miliar.

Salah satunya dilakukan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang memasarkan lukisan di platform digital tersebut.

Rupanya, lukisan yang diunggah Ridwan Kamil itu sudah laku dijual. Adalah pemilik akun Instagram @lanangcikall yang mengunggah cerita pembelian lukisan karya Ridwan Kamil lewat Instastory-nya. 

Lukisan dengan judul Pandemic Self Potrait itu dibelinya hingga Rp45,2 juta lebih lewat marketplace NFT, Open Sea.

Pemilik akun tersebut diketahui bernama Lanang Cikal Narendra yang dikenal sebagai crazy rich asal Bangka. 

Pembelian yang dilakukan Lanang juga kini ramai diunggah para pelaku NFT lokal, seperti pemilik akun Instagram @dagelan.

Dilihat dari laman opensea.io, lukisan yang diunggah dalam galeri NFT Ridwan_Kamil_Collection itu terjual dengan harga 1 Ethereum (ETH). Seperti diketahui, 1 ETH senilai $3,213.42 atau setara Rp45,5 juta.

Di dalam galeri itu juga dipajang lukisan karya Solihin, salah seorang pelukis yang biasa berkarya di Jalan Braga, Kota Bandung. Lukisan itu telah naik harga pasarnya dari Rp500.000 menjadi 0,09 ETH atau setara Rp4,2 juta setelah dipasarkan di Open Sea.

Tak hanya itu, Ridwan Kamil juga memajang lukisan hasil karya anak perempuannya, Zahra yang diberi judul Famous Girl.

"This painting was made by my daughter which describes the women’s situation nowadays (lukisan ini dibuat oleh anak perempuan saya yang menggambarkan situasi perempuan saat ini)," tulis Ridwan Kamil di akun Instagram miliknya, dikutip Sabtu (15/1). 

Sebelumnya, Ridwan Kamil merencanakan memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif untuk menjual karyanya lewat platform NFT. Dia berjanji menampung karya para seniman untuk dijual di akun NFT yang dibangun Pemprov Jabar.

"Kepentingan saya, ini cara baru, cuma orang merasa rumit. Maka saya akan buat cara membuat akun di bursanya dan dikoordinir saja oleh kita. Jadi bisa titip ke kita, gak usah register lagi dan bayar lagi. Kita ibaratnya menyediakan wadah," ujarnya.

Secara sederhana, NFT mengubah karya seni digital dan jenis barang koleksi lainnya menjadi satu-satunya, sehingga karya seni tersebut bisa diverifikasi keasliannya dan mudah diperdagangkan melalui blockchain.

Suami Atalia Praratya itu menilai, NFT ini bisa membantu ekonomi dan menjamin keaslian karya atau konten digital para seniman.

"Memang bisa (diduplikasi) tapi barang itu gak bisa diperjualbelikan. Karena sekali dia masukan karyanya (ke platform NFT), maka blockchain, teknologi yang bisa men-tracing akan mengetahui bahwa yang aslinya bukan itu dan ditolak sistem. Sederhananya begitu," tuturnya.

Disinggung soal belum adanya kejelasan regulasi NFT, Ridwan Kamil berharap pemerintah segera memberi panduan soal hadirnya potensi ekonomi digital baru. Dia juga akan memberi pemahaman kepada masyarakat soal peluang tersebut.

"Tugas pemimpin dan negara memberi pemahaman orang terhadap pintu ini. Saya menganalisis, regulasi itu telat dibandingkan inovasi, seperti kasus ojek online. Poinnya, pemerintah Indonesia di masa depan jangan ketinggalan kecepatannya dalam merespons ekonomi digital baru," tandasnya.

Komentar