Senin, 17 Januari 2022 | 13:27
NEWS

Hadi Tjahjanto Pastikan Pembenahan Sirkuit Mandalika Rampung Tepat Waktu

Hadi Tjahjanto Pastikan Pembenahan Sirkuit Mandalika Rampung Tepat Waktu
Sirkuit Mandalika (Dok Sportstar)

ASKARA - Persiapan infrastruktur Sirkuit Pertamina Mandalika Internasional Street Circuit disebut hampir siap 100 persen jelang penyelenggaraan MotoGP pada Maret 2022 mendatang.

Komandan Lapangan MotoGP Mandalika 2022, Hadi Tjahjanto mengatakan, pekerjaan yang perlu dirampungkan hanya peningkatan saluran air di dalam dan luar sirkuit.

"Jadi kesiapan Sirkuit Mandalika pada umumnya sudah 100 persen di sirkuitnya sendiri," ujar Hadi melalui keterangan tertulis, Sabtu (15/1). 

Dikatakan Hadi, peningkatan saluran air perlu dilakukan sehingga potensi genangan air yang terjadi saat penyelenggaraan World Superbike bisa dihindari.

Selain pembenahan di dalam, hal serupa dilakukan di luar sirkuit. Di antaranya koridor jalan Kuta di Lombok Tengah hingga Keruak di Kabupaten Lombok Timur. Hadi memastikan, pekerjaan ini rampung sebelum perhelatan MotoGP Mandalika 2022.

"Saat ini, kita sedang mengerjakan segmen dua tepat di depan sirkuit akan kita bangun menjadi empat jalur dengan median tanaman hijau," katanya. 

Selain itu, pembenahan juga dilakukan terhadap ratusan rumah dan warung milik warga di sekitar sirkuit, terutama di sepanjang Jalan Kuta-Keruak. Hal ini sebagai upaya mempercantik kondisi sekitar sirkuit.

"Harus terlihat rapi, dan taman-tamannya harus dilakukan penataan. Pesan Presiden semuanya harus dilaksanakan secara terintegrasi untuk menata kawasan termasuk juga mempercepat pembangunan yang belum selesai, karena tinggal 63 hari lagi kita melaksanakan MotoGP Mandalika 2022," jelas Hadi.

Pembenahan jalan bay pass dari Bandara menuju Sunggung juga dilakukan. Jalur sepanjang jalan tersebut akan ditanami tumbuhan hijau.

"Median jalan juga akan kita hijaukan, ditambah bunga-bunga berwarna merah, bunga bougenville sampai di wilayah bundaran Sunggung," imbuhnya.

Untuk mengantisipasi jumlah penonton yang membludak, fasilitas hotel dan transportasi pun ditingkatkan. Terkait akomodasi, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mendatangkan kapal PELNI sebagai hotel terapung yang nantinya ditempatkan di Pelabuhan Lembar.

"Kita juga sudah berkoordinasi dengan asosiasi pemilik Kapal Phinisi. Ada sejumlah 700 pinisi yang masing-masing pinisi itu berkapasitas lima kamar sehingga total 3.500 kamar," terang Hadi.

Selain itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Kementerian PUPR sudah membangun 300 Sarana Hunian Pariwisata (Sahunta) di lima desa di kawasan sekitar. Ditambah 98 rumah di luar kawasan.

Sedangkan jalur transportasi dari luar NTB, panitia penyelenggara sudah menyiapkan sejumlah pintu masuk. Yakni Pelabuhan Bangsal dan Pintu Pelabuhan di Kayangan untuk jalur laut. Panitia juga akan menambah frekuensi penerbangan dari sejumlah kota menuju Lombok.

Ada sekitar 63.500 tiket yang dijual. Sebanyak 10 ribu tiket sudah dibeli penduduk lokal.

Komentar