PSI: Baru Kali Ini Ada Gubernur Bela-belain Ngutang Demi Balap Mobil
ASKARA - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan disebut lebih mementingkan ajang balap mobil Formula E dibandingkan menangani masalah banjir yang kerap melanda ibu kota.
Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo.
Menurutnya, Anies membatalkan anggaran untuk melakukan normalisasi sungai dan justru meminjam uang kepada Bank DKI senilai Rp180 miliar untuk menalangi pembiayaan commitment fee Formula E.
Dikatakan Anggara, anggaran untuk normalisasi sungai yang jumlahnya lebih kecil, yakni Rp160 miliar dibatalkan oleh Pemprov DKI dengan alasan defisit anggaran.
"Ini menunjukkan bahwa Pak Gubernur Anies lebih mementingkan acara balap mobil dibandingkan mengatasi banjir,” ujar Anggara dalam keterangannya, Senin (8/11).
Anggara menjelaskan, akhir 2019 lalu Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta sudah siap membayar Rp160 miliar untuk pembebasan 118 bidang tanah di bantaran Sungai Ciliwung yang berlokasi di Kelurahan Pejaten Timur, Tanjung Barat, Cililitan, dan Balekambang.
"Baru kali ini ada gubernur bela-belain utang demi mengadakan acara balapan mobil, bukan untuk hal yang mendesak seperti membayar gaji pegawai atau mengatasi bencana banjir,” tambahnya.
Diketahui, Anies memberikan surat kuasa kepada Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora), Achmad Firdaus untuk meminjam uang commitment fee Formula E pada Agustus 2019.
Peminjaman tersebut dilakukan ke Bank DKI dengan Surat Kuasa Nomor 747/-072.26 tertanggal 21 Agustus 2019 tentang tentang Permohonan Pinjaman Daerah dari Pemprov DKI kepada PT Bank DKI Dalam Rangka Penyelenggaraan Formula Electric Championship.

Komentar