Selasa, 21 Juli 2026 | 18:30
COMMUNITY

Kyai Singkir, Mata Tombak yang Mampu Ungkap Penyelundupan Besar

Kyai Singkir, Mata Tombak yang Mampu Ungkap Penyelundupan Besar
Ilustrasi mata tombak (Dok Istimewa)

ASKARA - Keris dalam kehidupan masyarakat Jawa memiliki kedudukan yang terhormat. Hampir setiap orang Jawa dahulu memiliki keris atau benda pusaka lainnya sebagai identitas status sosial dalam masyarakat. 

Sebagian orang juga percaya keris maupun pusaka lainnya memiliki aura yang mampu meningkatkan pamor pemiliknya.

Di Nusantara tercinta terdapat beberapa pusaka yang melegenda, baik dari cerita maupun kekuatan yang tersimpan dalam senjata tosan aji tersebut. 

Pusaka-pusaka itu ada di antaranya yang merupakan peninggalan dari tokoh-tokoh Mataram dan kini tersimpan rapi di Keraton Yogyakarta maupun Keraton Solo.

Salah satu benda pusaka yang memiliki daya linuwih adalah mata tombak bernama Kyai Singkir milik keluarga Almarhum R.M Slamet Danusudirjo. 

"Kekuatan magis mata tombak atau cundrik Kyai Singkir saya buktikan langsung ketika masih muda dulu," kata Runding Suryanto, adik dari Alm. R.M Slamet Danusudirjo, Minggu (7/11).

Cundrik atau mata tombak Kyai Singkir, jelas Runding, pertama kali dilangkahi oleh teman sebayanya kala itu.

"Usai melangkah teman Runding tak henti-hentinya kencing hingga tak sadar ngompol di dalam celana," kenang Runding.

Kehebatan cundrik Kyai Singkir, ungkap Runding, juga dibuktikan ketika abangnya R.M. Slamet Danusudirjo yang menjabat sebagai Dirjen Bea Cukai berupaya mencegah penyelundupan di Pelabuhan Tanjung Priok kala zaman orde baru.

"Suatu malam, cundrik disuruh orangtua kami digoreskan ke pintu-pintu tempat ke luar masuk barang selundupan. Dan beberapa hari kemudian para pelaku penyelundupan dapat tertangkap tangan," ungkap Runding.

Ketika ditangkap, lanjut Runding, para penyelundup hendak nyogok pakai uang satu koper penuh dan juga hendak memberikan Mercy Tiger terbaru, namun ditolak karena R.M Slamet Danusudirjo mau menumpas barang selundupan yang merajalela kala itu.

Pasca penangkapan para penyelundup dan tidak bisa disuap, RM Slamet Danusudirjo dipanggil atasannya dan diminta agar tidak meneruskan penyelidikan karena menyangkut sejumlah nama besar.

"Karena tetap kukuh pada pendirian, akhirnya R.M Slamet Danusudirjo dipanggil Petinggi Negara untuk menghentikan penyelidikan. Namun R.M Slamet Danusudirjo memilih mengundurkan diri," ujar Runding.

Barang yàng diselundupkan menurut Runding ada sepeda yang di dalam tempat duduknya berisi butiran berlian dan berbagai jenis mobil mewah seperti Mercy berbagai tipe.

"Itu semua berkat daya magis dari cundrik Kyai Singkir dimana penyeludupan saat itu susah tertangkap tangan," ujar Runding yang telah memasuki usia 73 tahun.

Komentar