Senin, 18 Oktober 2021 | 04:39
COMMUNITY

Kekuatan Mistis Rantai Besi dari Sungai Progo Terhubung dengan Kanjeng Ratu Kidul

Kekuatan Mistis Rantai Besi dari Sungai Progo Terhubung dengan Kanjeng Ratu Kidul
Rantai ditemukan di Sungai Progo, Desa Mangir (Dok Istimewa)

ASKARA - Desa Mangir, adalah sebuah dusun yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Yogya, diyakini menjadi desa tertua di Kabupaten Bantul. Dahulunya Ki Ageng Mangir, anak keturunan Raja Brawijaya V, menetap di sini. 

Banyak cerita tutur tinular menyelimuti seputar kebaradaan tokoh sakti Ki Ageng Mangir dengan berbagai peninggalannya.

Beberapa waktu lalu di tepi sungai Progo, desa wisata Mangir ditemukan rantai besi sepanjang 30 meter ketika dilakukan pengerukan daerah aliran sungai.

"Rantai besi ditemukan kurang lebih sebulan yang lalu ketika dilakukan pengerukan daerah aliran sungai dengan menggunakan alat berat beko," kata Saryanto, salah satu warga Desa Mangir.

Menurut Saryanto, jumlah mata rantai ada 119 buah dan mata rantai ada yang tanpa sambungan. Belum diketahui berat keseluruhannya, namun ketika 25 orang mencoba menarik rantai, mereka tidak sanggup menariknya, seperti ada kekuatan yang menahannya. Hebatnya, kondisi rantai tidak ada keropos karat kendati sudah lama terbenam di dasar aliran sungai.

"Rantai yang ditemukan itu memang bukan rantai biasa karena ada kekuatan yang menyelimutinya," ungkap praktisi spiritual dari perguruan tenaga dalam Rasa Jati, Adi Wibowo Cahaya, Minggu (26/9).

Dalam pandangan mata batinnya, keberadaan rantai besi itu ada hubungannya dengan Kanjeng Ratu Pantai Selatan, karena dia melihat kehadiran sosok wanita dengan selendang hijau dan bermahkota emas.

"Selain rantai, saya juga melihat ada sebuah keris yang akan muncul di daerah situ," kata Adi Wibowo.

Penemuan rantai di dasar sungai Progo tersebut telah dilaporkan kepada Dinas Cagar Budaya untuk didata dan diteliti. Saat ini rantai diletakkan di sebuah pendopo di pinggir sungai Progo dengan dikelilingi pembatas pita kuning dengan tulisan dilarang melintas garis polisi.

Komentar