Jumat, 30 Juli 2021 | 18:12
NEWS

Viral, Pesan Berantai Minta Dukungan Vaksin Nusantara Besutan Terawan

Viral, Pesan Berantai Minta Dukungan Vaksin Nusantara Besutan Terawan
Dahlan Iskan disuntik vaksin Nusantara (Dok Instagram)

ASKARA - Vaksin Nusantara untuk Covid-19 besutan mantan Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto telah menyedot perhatian banyak pihak. Tak hanya di dalam negeri, melainkan hingga ke luar negeri. 

Tak hanya itu, vaksin yang dikembangkan di Amerika Serikat itu disebut telah menerbitkan sebuah jurnal.

Dukungan pengembangan vaksin berbasis metode dendrintik sel itu juga ditunggu sejumlah pesohor di Tanah Air. Dari menteri, anggota DPR RI hingga mantan menteri. 

Terbaru, dukungan terkait Vaksin Nusantara muncul dalam pesan berantai yang tersebar luas, Kamis (15/7). Dukungan tersebut dirangkum dalam sebuah survei dari Lnkiy.in/mau-vn 

Dalam pesannya, penerima pesan diminta mendukung Vaksin Nusantara yang dikembangkan Terawan dengan mengisi survei yang diberi nama "Survey Minat Gotong Royong Vaksin Nusantara".

Pihak yang mengaku menggelar survei tersebut yakni [email protected]

Menurut keterangan dalam link yang tersebar tersebut, digagasnya survei tersebut dilakukan setelah melihat niat baik dr Terawan dan tim pendukung yang dibantu Komisi VII dan IX DPR RI serta para relawan seperti, mantan Menkes Siti Fadilah Supari, Profesor Nidom, Dahlan Iskan dan relawan lainnya.

Disebutkan, survei dimulai 29 Juni 2021, dengan harapan Vaksin Nusantara segera terwujud.

"Yg ingin Vaksin Nusantara di kota/ daerah masing masing, tanpa harus ke RSPAD Jakarta, karena lebih aman, lebih baik, lebih tahan lama, bisa jauh lebih murah, lebih cepat, lebih tidak sakit dan teknologinya lebih baru dibandung vaksin konvensional seperti Sinovac/Astrazeneca/Pfizer/Mera Putih dll," tulis keterangan tersebut.

Sampai uji klinis fase 2, lanjut keterangan pesan itu, relawan Vaksin Nusantarab sangat sedikit, hanya ratusan orang. Lantaran itu timbul biaya yang tidak murah untuk ikut, ada yang per orang mencapai Rp 5 juta dan dari luar kota harus berangkat ke RSPAD Jakarta.

"Bila pengikut survey ini cukup banyak, minimal 100 ribu-1 juta orang sampai akhir Agustus, maka sangat mungkin keinginan ini bisa dipenuhi tanpa perlu berangkat ke RSPAD Jakarta, cukup di kota/daerah masing-masing," lanjutnya.

Disebutkan, survey itu tidak meminta identitas/email dan hanya menjawab 7 pertanyaan wajib serta ditujukan bagi yang serius berminat gotong royong atau serius ingin mendapat Vaksin Nusantara walau tidak mampu bergotong royong.

Tidak hanya kepada warga di Tanah Air, warga Indonesia di luar negeri pun diperkenankan untuk mengikuti survei itu.

Sejauh ini belum ada pihak terkait yang mengaku menggelar survei tersebut. 

Komentar