Raja Yang Miskin dan Tidak Berkecukupan
Oleh: Mang Ucup *)
Ketika usia 15 tahun saya sudah jadi dandy sehingga kalau beli kemeja saja; harus brand misalnya Arrow pada saat itu beli di toko Elegance di Bandung. Hal ini berkesinambungan hingga tahun lampau dalam usia 77 tahun.
Namun entah kenapa pada saat itu semua keinginan tersebut mendadak jadi hilang sirna dengan sendirinya. Bahkan pakai kaos cap Cabe pun sekalipun saya sudah merasa lebih dari bahagia. Sebab kenyataannya masih banyak orang tidak memiliki kaos sama sekali.
Begitu juga dengan makanan kalau dahulu hampir setiap hari harus menyantap steak hingga kobe beef, namun sekarang ini saya lebih bahagia makan nasi dengan kangkung.
Saya telah berubah menjadi vegan hanya makan sayuran saja setiap hari, bahkan terasa jauh lebih nikmat makan makanan hasil masakan istri di rumah daripada di resto. Mungkin karena saya sudah mencapai satu level dimana saya merasa sudah mendapatkan lebih dari cukup.
Apabila bisa makan tiga kali sehari, selain dari itu tidak memiliki keinginan-keinginan lainnya, karena semua kebutuhan saya sudah terpenuhi. Jadi makan nasi goceng setiap hari pun I’m hepi euuy dan bisa mengucapkan puji syukur kepada Tuhan.
Pada saat pandemi ini kepada siapa kita bisa pamer tas Hermes yang nilainya ratusan juta? Paling-paling pada pembantu di rumah; maklum lagi lockdown tidak bisa beluar rumah lagi.
Apakah mungkin perubahan ini terjadi karena saya telah mencapai satu usia dimana semuanya sudah merasa serba berkecukupan dengan sendirinya? Cobalah renungkan sesuai dengan khayalan anda kapankah anda merasa jadi kaya dan cukup?
Apakah kalau sudah punya Ferrari ataupun Lambo? Atau punya rumah di Singapore seluas 3.000 qm? Ataukah kalau sudah dinobatkan sebagai raja sehingga sudah pasti tidak akan kekurangan lagi wong namanya juga udah jadi raja. Ataukah kalau sudah jadi lansia yang bau tanah seperti Mang Ucup?
Ternyata usia tidak menjadi jaminan untuk bisa merasakan perasaan cukup. Apakah seorang raja minyak Singapore yang punya tandon minyak mentah terbesar di Asia bisa dibilang kaya? Yang saya maksud adalah Mr. OK Liem (Liem Oon Kuin) yang juga pemilik 130 kapal tanker-tanker terbesar di dunia, bahkan pendapatan setahunnya pernah mencapai Rp. 450 triliun.
Luas rumahnya saja di Singapore sebesar 3.000 qm namun kenyataannya ia merasa masih saja tidak cukup bahkan masih kurang, sehingga masih nekad dan mau melakukan tindakan pidana dengan memalsukan pembukuan padahal usianya sudah sama seperti mang Ucup 79 tahun. Disitulah saya baru sadar betapa kayanya seseorang masih tetap saja kurang dan masih tetap saja tidak cukup.
Mungkin ada rekan-rekan yang bisa memberikan rumusan bagaimana seseorang agar bisa merasakan cukup? Please jaga kesehatan dan jaga jarak. Salam sehat Mang Ucup.
*) Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar