Waduh, Ada Dugaan Kelalaian Tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali
ASKARA - Musibah tenggelamnya KMP Yunicee di Selat Bali, tepatnya di selatan Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, sedang diselidiki pihak kepolisian.
Polisi melakukan penyelidikan untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian sehingga menyebabkan tujuh orang tewas dan 18 lainnya hilang dalam peristiwa nahas itu.
"Sejauh ini sudah 12 orang diperiksa. Statusnya sebagai saksi," ujar Direktur Polisi Air Polda Bali, Kombes Toni Ariadi, Jumat (2/7).
Dikatakan, saksi yang telah diperiksa terdiri nahkoda, anak buah kapal (ABK), agen dan operator kapal serta penumpang. Tidak menutup kemungkinan jumlahnya bertambah seiring perkembangan penyelidikan.
Menurut Toni, dari penyelidikan akan terungkap penyebab tenggelamnya KMP Yunicee. "Apakah ada kelalaian atau faktor cuaca," imbuh Toni.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut, saat musibah, cuaca di selat Bali cerah berawan, gelombang dan kecepatan angin juga masih tergolong rendah.
Kepala Bidang Data dan Informasi BMKG Wilayah III Denpasar Dwi Hartanto menjelaskan, tinggi gelombang saat itu antara 0,5 hingga 1,25 meter dan kecepatan angin 438 knot. "(Cuaca) ini tidak termasuk ekstrem," ungkapnya.

Komentar