Senin, 18 Oktober 2021 | 05:33
NEWS

Mutasi Covid-19 dari India Ada di Jakarta, Satu Pasien Diisolasi

Mutasi Covid-19 dari India Ada di Jakarta, Satu Pasien Diisolasi
Ilustrasi. (EMC)

ASKARA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta melaporkan penemuan dua kasus Covid-19 varian India B.1617.2. Berdasarkan hasil pemeriksaan sampel yang dikirimkan ke Litbangkes Kementerian Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, pihaknya sudah mengindentifikasi sampai dengan 19 Mei terdapat 352 spesimen terduga mutasi virus dan dua kasus varian India. 

"Hasil yang sudah keluar dari Litbangkes ditemukan dua kasus dengan Variant of Concern (VoC) B.1617.2 India," katanya melalui keterangan resmi, Sabtu (22/5).

Dari jumlah spesimen tersebut terdapat puluhan yang tidak ditemukan mutasi baru. Untuk identifikasi lainnya belum diketahui hasilnya. 

"Sementara, 15 spesimen tidak ditemukan mutasi virus dan yang lainnya masih menunggu hasil," ujar Widyastuti. 

Widyastuti menjelaskan, dua kasus itu ditemukan pada seorang WNI yang berprofesi sebagai tenaga kesehatan. Saat ini sudah sembuh dan telah selesai menjalani isolasi mandiri pada pertengahan April lalu.

"Dinyatakan positif Covid-19 pada tanggal 3 April 2021. Dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing/WGS di Litbangkes Kemenkes RI yang diperoleh tanggal 30 April menunjukkan positif varian India. Kendati demikian, kondisi pasien sendiri telah dinyatakan sembuh dan selesai isolasi 17 April 2021," paparnya.

Sedangkan kasus kedua dialami seorang warga negara India yang dinyatakan positif akhir bulan lalu. Saat ini masih menjalani isolasi.

"Saat ini pasien WNA masih diisolasi di salah satu rumah sakit di Jakarta dan menunggu hasil negatif PCR untuk melanjutkan perjalanan ke wilayah yang dituju," kata Widyastuti.

Sesuai regulasi pelaku perjalanan luar negeri yang diperbarui melalui Surat SR.03.04/II/26/2021 tentang penanganan pasien Covid-19 dari pelaku perjalanan internasional, menyatakan pasien diizinkan melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan jika sudah dinyatakan negatif PCR atau jika masih positif pada hari ke-20 isolasi. Akan tetapi nilai CT value lebih dari 40 dan pasien dalam kondisi sehat.

Dinkes DKI Jakarta masih melakukan pelacakan terhadap kemungkinan penyebaran virus tersebut. Juga berkoordinasi dengan Kemenkes dan mengirimkan spesimen diduga mutasi virus ke Litbangkes.

Komentar