Rabu, 20 Oktober 2021 | 07:04
NEWS

Polisi Pasang Stiker di Rumah Pemudik yang Reaktif Covid-19

Polisi Pasang Stiker di Rumah Pemudik yang Reaktif Covid-19
Kombes Yusri Yunus. (Dok. Antara)

ASKARA - Polda Metro Jaya bersama dengan tiga pilar menyediakan posko swab antigen gratis yang tersebar di sejumlah polsek di DKI Jakarta. Dalam mengantisipasi melonjaknya kasus aktif Covid-19 pasca libur Lebaran.

Hal ini menyusul adanya tindakan warga yang memasang spanduk penolakan kedatangan pemudik tanpa adanya surat keterangan bebas Covid-19.

"Bagi warga yang sudah pulang dan sudah sampai di Jakarta serta lolos dari pemeriksaan untuk sebaiknya datang ke polsek karena seluruh polsek itu kita siapkan swab antigen gratis. Karena memang ada fenomena RT-RW menolak warga yang mudik jika tidak memiliki surat swab negatif," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, Rabu (19/5).

"Atau kalau misalnya sudah kembali tapi belum melakukan swab silakan lapor ke gugus tugas di tingkat mikro baik melalui RT, Babinsa, atau Babinkamtibnas agar kita jemput ke sana dan lakukan swab di rumahnya," sambungnya.

Selain menyediakan swab antigen gratis, Kombes Yusri menerangkan, pihaknya dengan basis komunitas mikro juga melakukan pendataan terhadap para warga yang melakukan perjalanan mudik. Nantinya, melalui data itu, aparat akan mengetahui rumah dan siapa saja warga yang mudik Lebaran.

"Kami juga ada inovasi terbaru yakni dengan menempelkan stiker di depan rumah warga yang memang tengah menjalani isolasi mandiri atau sudah dirujuk ke rumah sakit untuk perawatan usai menjalani swab antigen," terangnya.

Kombes Yusri menambahkan, bila hasil swab antigen yang dilakukan menunjukkan reaktif Covid-19 maka nantinya warga tersebut akan dirujuk ke rumah sakit terdekat untuk menjalani isolasi.

"Kemarin pak Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya sudah mengecek langsung kesiapan Wisma Atlet di beberapa tower yang ada untuk warga DKI Jakarta yang dinyatakan reaktif pada saat dilakukan pemeriksaan swab," ujar Kombes Yusri.

"Ini masih berlanjut, kami akan akan meng-update terus setiap hari berapa yang sudah masuk, berapa yang sudah dilakukan swab antigen dan berapa yang memang reaktif yang memang harus kita lakukan isolasi," kata Kombes Yusri.

Dia menambahkan, dengan upaya ini, diharapkan warga Jakarta mematuhi protokol kesehatan, terutama penerapan 5M dan 3T yakni testing, tracing serta treatment. (industry) 

Komentar