Rabu, 16 Juni 2021 | 20:12
NEWS

684 Calon Penumpang Kereta Gagal Berangkat Selama Masa Larangan Mudik

684 Calon Penumpang Kereta Gagal Berangkat Selama Masa Larangan Mudik
Ilustrasi. (Dok. Jawapos)

ASKARA - Sebanyak 684 calon penumpang kereta api gagal atau ditolak berangkat ke tujuannya selama masa pelarangan mudik Lebaran 6-17 Mei.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif menyebut, sejak 6-14 Mei, total sebanyak 8987 penumpang berangkat dari stasiun Daop 8 Surabaya.  

"Mereka tidak bisa menunjukkan kelengkapan syarat untuk menjadi penumpang kereta api," katanya Sabtu (15/5).  

Pada tanggal 13-14 Mei yakni pada H1 dan H2 Lebaran penumpang KAI jarak jauh ada sebanyak 542 dan 522 orang. Jumlah itu lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya karena adanya pembatasan.  

"PT KAI membatasi jumlah penumpang sebanyak 70 persen dari total kapasitas kereta," jelas Luqman Arif.  

Luqman Arif menambahkan, penumpang yang lolos pemeriksaan dipastikan sudah memenuhi persyaratan. PT KAI menyiapkan serangkaian tes swab antigen, PCR, dan GeNose C-19. Mereka yang akan bepergian harus mengantongi surat izin dan surat keterangan bebas Covid-19 dari tes yang sudah disediakan tersebut atau dari rumah sakit lain yang menyediakan.  

"Yang boleh perjalanan naik KA pada 6-17 Mei yaitu urusan dinas atau kerja, anggota keluarga sakit atau meninggal dan ibu hamil akan melahirkan dengan didampingi satu orang," katanya.

Selama masa larangan mudik Lebaran 2021 ini, terdapat 10 relasi kereta api yang beroperasi baik jarak jauh maupun KA lokal:  

1. KA Maharani tujuan Semarang 
2. KA Argo anggrek tujuan Gambir 
3. KA Probowangi tujuan Banyuwangi
4. KA Pasundan tujuan Bandung 
5. KA Argo wilis tujuan Bandung 
6. KA Sritanjung tujuan Banyuwangi 
7. KA Sritanjung tujuan Yogyakarta 
8. KA Bima tujuan Gambir
9. KA Tawangaluan Malang-Banyuwangi
10. KA Gajayana Malang-Gambir. (jpnn) 

Komentar