Selasa, 28 September 2021 | 12:08
INFRASTRUKTUR

Inovasi Infrastruktur, Kementerian PUPR Gunakan Teknologi Lapisan Ferosemen Program BSPS

Inovasi Infrastruktur, Kementerian PUPR Gunakan Teknologi Lapisan Ferosemen Program BSPS
(Dok. Kementerian PUPR)

ASKARA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mendukung inovasi teknologi dan penggunaan produk dalam negeri untuk pembangunan infrastruktur. 

Salah satunya penggunaan teknologi Lapisan Ferosemen dalam Program Bantuan Stimulus Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2021. Teknologi ini digunakan memperkuat struktur rumah masyarakat, meminimalisir kerusakan bangunan serta menjamin keselamatan bangunan dan penghuninya.  

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan perlu adanya inovasi baru untuk menunjang proyek pembangunan. 

"Saya mengapresiasi sekecil apapun inovasi yang dilakukan dalam pembangunan infrastruktur," katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (15/5).

Direktur Jenderal Perumahan Khalawi mengatakan, bahwa pihaknya melakukan inovasi dalam membangun rumah Program BSPS. 

Inovasi ini diperlukan agar rumah-rumah tersebut lebih kuat secara struktur bangunan dan layak dengan menggunakan Teknologi Lapisan Ferosemen yang merupakan inovasi Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian PUPR tahun 2017.

Khalawi melajutkan, bahwa pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah bantuan Program BSPS untuk membantu masyarakat memiliki hunian layak.

"Kami akan terus mendorong pelaksanaan Program BSPS di seluruh wilayah Indonesia. Program BSPS selain dapat meningkatkan kualitas rumah masyarakat yang sebelumnya tidak layak huni menjadi layak huni dengan dana stimulan dari pemerintah," tuturnya.

Menurut Kepala Satker Penyediaan Perumahan Provinsi Gorontalo Alwi Mahdali, Teknologi Lapisan Ferosemen ini merupakan metode perkuatan bangunan rumah berupa pasangan kawat (wiremesh).

Sebagai lapisan perkuatan pada dinding pasangan bata dan untuk menambah kekuatan struktur, serta mengurangi atau menghilangkan penggunaan tulangan baja. Metode tersebut juga dinilai dapat mendukung kekuatan bangunan terhadap gempa.

Teknologi tersebut mudah diterapkan yang menghasilkan struktur lebih kuat, lentur, ekonomis dan tahan lama serta mudah diadaptasi. 

Rincian strukturnya terdiri dari dinding beton bertulang tipis dengan tebal 3 sentimeter dari mortar semen hidrolis yang berisi campuran satu semen berbanding dua hingga tiga pasir dan diberi tulangan 6 milimeter dari lapisan kawat anyam 1 milimeter.  

Komentar