Selasa, 09 Juni 2026 | 17:39
NEWS

Ketaatan Terhadap Protokol Kesehatan Mulai Kendur

Ketaatan Terhadap Protokol Kesehatan Mulai Kendur
Ilustrasi. (Dok. Antara)

ASKARA - Pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan mudik Lebaran sebagai upaya antisipasi terjadinya ledakan kasus Covid-19. 

Kendati begitu, belum ada jaminan bahwa tidak akan terjadi ledakan kasus baru. Sebab, sejak beberapa hari menjelang Lebaran maupun saat hari H Lebaran, kerumunan orang masih terjadi di mana-mana. 

Menjelang Lebaran, mal, pasar, kuburan dan tempat-tempat strategis lainnya masih tidak terkendali. Larangan mudik juga masih banyak yang diterobos. Ironisnya, perkumpulan massa di lokasi-lokasi strategis banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan (prokes), seperti penggunaan masker, hand sanitizer maupun jaga jarak. Di tempat-tempat umum, masyarakat cenderung mulai kurang mematuhi protokol kesehatan. 

"Kalau kita amati beberapa hari belakangan ini di tempat-tempat keramaian massa berjubel dan ketaatan terhadap protokol kesehatan mulai kendur. Kalau melihat kepadatan di jalanan ketika hari H Lebaran pasca Salat Ied, seperti di kawasan penyangga sekitar ibu kota, itu menunjukkan kalau pergerakan orang mulai leluasa," ujar Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Muhaimin Iskandar, Jumat (14/5). 

Muhaimin berharap, jangan sampai ada ledakan kasus pasca Lebaran ini. 

"Kalau bisa tetap di rumah saja, tetapi kalau memang harus keluar rumah ya tolong jaga protokol kesehatan demi keselamatan bersama," ujarnya.

Menurut Muhaimin, memang tidak mudah mengendalikan pergerakan masyarakat. Meskipun sudah dibuat berbagai peraturan pembatasan dan lainnya, fakta di lapangan masyarakat masih cenderung bebas bergerak dan melakukan pertemuan tatap muka secara masif.

Oleh karena itu, dia mengingatkan harus ada kesadaran pribadi untuk tetap disiplin menjaga diri dan keluarga terhadap potensi tertular virus. 

"Saat ini seolah-olah masyarakat ini sudah kurang peduli dan merasa tidak ada apa-apa lagi padahal kalau kita lihat data harian kasus Covid-19 ini masih cukup tinggi. Memang kondisi seperti ini membosankan, tetapi bagaimanapun menjaga kesehatan diri dan keluarga itu harus jadi prioritas," tutur Ketua Tim Pengawas Penanganan Bencana Covid-19 DPR ini. 

Mengacu pada data Satgas Covid-19 Kementerian Kesehatan per Kamis (13/5), total kasus positif Covid-19 di Indonesia menjadi 1.731.652. Jumlah kasus baru sebanyak 3.448 orang. Selain itu, pemerintah menyampaikan total jumlah pasien corona yang meninggal di Indonesia mencapai 47.716 orang. Pada Kamis, jumlah pasien meninggal dunia bertambah 99 pasien. 

"Kalau lihat angka pergerakan kasus hari tersebut, ini masih cukup mengkhawatirkan jadi jangan pernah lengah sedikitpun. Tetap patuhi protokol kesehatan," tutur ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. 

Muhaimin juga meminta agar pasca Lebaran ini, program vaksinasi dipercepat sehingga potensi kekebalan tubuh masyarakat dari serangan virus makin baik. Namun, jangan pernah berpikir kalau sudah divaksin lantas sudah aman terus abai prokes. 

"Ingat vaksinasi hanya merupakan ikhtiar untuk mengurangi laju penularan, bukan berarti kita terus kebal dari serangan virus kalau sudah divaksin," katanya. (jpnn)

Komentar