Senin, 14 Juni 2021 | 13:31
NEWS

Buntut Kerumunan di HI, Polisi Segera Panggil Pengurus Persija

Buntut Kerumunan di HI, Polisi Segera Panggil Pengurus Persija
Kombes Yusri Yunus. (Dok. Antara)

ASKARA - Polisi berencana melayangkan surat panggilan kepada pengurus Persija Jakarta maupun pihak suporternya, Jakmania. Pemanggilan itu perihal kerumunan yang terjadi di kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (26/4) dini hari.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, bahwa tidak menutupkemungkinan pengurus Persija Jakarta akan dipanggil. Hal itu akan menunggu pendalaman dari penyidik. 

Sejumlah suporter Persija merayakan kemenangan tim kebanggaannya yang meraih Piala Menpora 2021.

"Beberapa orang nanti diambil keterangannya termasuk pengurus Jakmania, kemungkinan ke depan kita panggil. Termasuk dari Persija sambil menunggu hasi pendalaman oleh tim penyidik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Jakarta, Senin (26/4).

Yusri menyebut, penyidik sedang menggali sosok yang menggerakkan suporter, sehingga menimbulkan kerumunan di Bundaran Hi.

Sebanyak 65 orang yang diamankan telah dimintai keterangan sebagai saksi. Sejauh ini, para suporter Persija itu mengaku berkumpul atas kemauan sendiri.

"Kita ambil keterangan 65 orang ini cuma mau cek apakah ada yang ajak, atau ada yang menggerakkan, memprovokasi sehingga berkumpul. Pengakuannya tidak ada. Tapi masih kami dalami," tuturnya.

Yusri mengungkap bahwa mereka berkumpul di Bundaran Hi secara spontan, karena wilayah tersebut dianggap sebagai ikon Persija. "Setiap ada kemenangan mereka akan berkumpul di sana itu menurut keterangannya," ujarnya.

Di samping mencari bukti-bukti dengan memeriksa suporter Persija, penyidik juga menelusuri media sosial guna mencari unsur hasutan di dalam kasus kerumunan yang terjadi di Bundaran Hi.

"Apakah ada ajakan melalui medsos. Ini masih didalami, masih diprofiling oleh tim siber," tandasnya.

Para Jakmania diduga melanggar Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro diberlakukan Pemprov DKI Jakarta menindaklanjuti kondisi pandemi Covid-19.

"Kami masih lakukan penyelidikan, tentunya yang pasti karena adanya kumpul-kumpul semacam ini sudah melanggar PPKM yang mana sekarang ini masih berlaku," ujar Karo Ops Polda Metro Jaya, Kombes Pol Marsudianto, di Bundaran Hotel Indonesia, Senin (26/4). 

Komentar