Senin, 08 Juni 2026 | 15:32
NEWS

Bakamla RI Kembali Gagalkan Transfer BBM Ilegal di Perairan Kepri

Bakamla RI Kembali Gagalkan Transfer BBM Ilegal di Perairan Kepri
Transfer BBM Ilegal (Dok Bakamla RI)

ASKARA - Bakamla RI kembali menangkap kapal yang diduga sedang melakukan transfer BBM ilegal di Selat Durian, wilayah Perairan Kepulauan Riau, Sabtu (27/3).

Menurut Direktur Operasi Laut Bakamla RI sekaligus Palakhar Operasi, Laksma Bakamla Suwito, penangkapan dilakukan saat KN Pulau Marore-322 sedang melaksanakan tugas patroli rutin keamanan dan keselamatan laut di wilayah perairan tersebut.

Mulanya, KN Pulau Marore-322 mendapati kontak 2 kapal pada baringan 320 derajat dengan jarak 3,1 nautical mile (NM). Namun beberapa saat kemudian, kontak radar tersebut merge atau bergabung menjadi satu kontak kapal dan dicurigai sedang melakukan tindak ilegal.

Menanggapi hal tersebut Komandan KN Pulau Marore-322 Letkol Bakamla Yuli Eko Prihartanto memerintahkan untuk melakukan peran pemeriksaan dan penggeledahan. RHIB diturunkan untuk mendekat ke kapal dimaksud.

Dari hasil pengamatan awal tim pemeriksa, terdapat 2 kapal kayu yang sedang menempel di lambung kiri tug boat. Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, ditemukan bahwa KM R1 memuat solar sebanyak 40 KL, dan KM R2 memuat solar sebanyak 5 KL. Seluruh muatan dari kedua kapal tersebut tanpa adanya dokumen yang jelas.

Selain itu, tug boat dengan nama lambung TB MR 15/TK. MRP 3053 juga ditangkap sedang melakukan transfer BBM ilegal dari KM R1. Dari 45 KL BBM yang akan ditransfer, sudah masuk ke tug boat sebanyak 4,6 KL.

Guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, ketiga kapal tersebut dikawal menuju Tanjung Balai Karimun.

Ini merupakan wujud kesungguhan Bakamla RI dalam menunjukkan komitmen dan integritas dalam melaksanakan tugas menjaga keamanan dan keselamatan di laut.

Hal ini yang menjadi salah satu visi dari pokok kebijakan Laksamana Madya TNI Aan Kurnia, beberapa waktu lalu saat Rapim Bakamla RI 2021. Laksdya TNI Aan Kurnia menekankan agar Bakamla RI harus bekerja keras untuk menunjukkan komitmen dan integritasnya.

"Komitmen dan integritas kita sangat dibutuhkan untuk dapat menghasilkan output program yang ditentukan sebagai pijakan yang kokoh untuk mencapai outcome yaitu laut yang aman bagi aktivitas pembangunan nasional Indonesia," katanya.

Komentar