Anies Baswedan Ungkap Sejarah Nama Mangga Dua dan Masjid Nurul Abrar
ASKARA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan blusukan ke Masjid Nurul Abrar di kawasan Mangga Dua. Dalam kesempatan itu, Anies sekaligus mengikuti salat subuh berjamaah di masjid tersebut.
Dia menjelaskan mengenai asal muasal penyebutan nama Mangga Dua, yang berada di wilayah Utara Kota Jakarta tersebut.
"Tadi pagi subuhan sekaligus meninjau Masjid Nurul Abrar atau lebih dikenal sebagai Masjid Mangga Dua. Sebutan Mangga Dua menurut cerita berasal dari dua buah pohon mangga besar di depan masjid ini di masa lampau," kata Anies di Instagram lewat akun @aniesbaswedan, Selasa (23/3).
Masjid Nurul Abrar merupakan salah satu masjid yang bersejarah di Ibu Kota. Masjid itu dibangun sejak 1841 dan sempat direnovasi total pada 1986, namun mempertahankan empat tiang utama (soko guru) dan mimbar aslinya.
Mengenai pembangunan masjid ini pun sarat akan sejarah penyebaran agama Islam di Indonesia dan kisah Sayyid Abubakar bin Alwi Bahsan Jamlullail, seorang ulama berani menentang penjajah kolonial Belanda kala itu.
Serta terdapat 12 makam yang menjadi bagian Masjid Mangga Dua dan di sekitarnya. Sehingga mencerminkan Kampung Mangga Dua telah lama ditinggali oleh berbagai suku bangsa-bangsa yang berbaur di Batavia.
Di antaranya, makam Sayid Abubakar bin Sayid Alwi dan makam Bahsan Jamalulail (suku Arab), serta makam Rd. Tumenggung Anggakusumah Dalem-Gadjah (suku Sunda)
Seorang dari keluarga Kesultanan Banten pun tercatat pernah tinggal di sini, yakni Pangeran Ratu Bagus Urip Mohammad. Selain itu, terdapat pemakaman orang-orang Tionghoa, termasuk makam Kapitein China pertama di Batavia, Souw Beng Kong.
Tak lupa Anies pun mengajak warga untuk mengunjungi masjid ini. Pemprov DKI Jakarta telah menetapkan Masjid Nurul Abrar sekaligus makamnya sebagai cagar budaya sejak 1972.
"Untuk mengunjungi Masjid Nurul Abrar, teman-teman bisa naik Transjakarta koridor 12 turun di halte Mangga Dua, lalu berjalan kaki 5 menit," tandasnya.

Komentar