Letda Cpn (K) Alberta Injilia, Anak Manja yang Jadi Penerbang Tangguh TNI AD
ASKARA - Menjadi prajurit Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) sudah pasti bukan hal mudah. Terlebih menjadi seorang penerbang. Siapa sangka, Alberta Injilia jadi sosok perempuan tangguh di udara yang dimiliki TNI AD.
Dara cantik bernama lengkap Letda Cpn (K) Alberta Injilia itu, merupakan salah satu penerbang helikopter yang memiliki spesifikasi heli Bell 412 dan Heli Serang Fenec AS 550.
Dia sehari-harinya menjabat sebagai Perwira Penerbang II Flight Heli Serang Skadron-12/Serbu Way Tuba. Pilot wanita dari suku Dayak Kalimantan Barat itu mengaku menyukai tantangan. Karenanya dirinya memutuskan masuk dunia militer.
"Sebenarnya saya suka sesuatu yang bisa dibilang menantang adrenalin. Makanya saya pikir, mungkin militer lebih cocok untuk saya," kata Alberta Injilia dalam channel YouTube Pendam Tanjungpura beberapa waktu lalu.
Dia juga menceritakan perjalanan karirnya di dunia militer. Berawal setelah lulus sekolah dari SMA Taruna Bumi Khatulistiwa Kubu Raya, dirinya mengikuti seleksi Taruni Akmil Magelang.
Berkat kegigihannya tanpa kenal kata menyerah, mengantarkannya menjadi salah seorang calon Taruni yang lulus untuk menempuh pendidikan di lembah Tidar Magelang.
"Setelah saya lulus di Akmil selama 4 tahun. Saya sekolah lagi di penerbangan angkatan darat tepatnya di Pusdiklat Penerbad Semarang selama 1 tahun. Setelah itu mulai belajar terbang dan membawa heli," tutur Anong disapanya.
Perempuan kelahiran Kalimantan Barat, tepatnya di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, merupakan anak ketiga dari empat bersaudara, dari pasangan Arkadius Ardi (59) dan Sopianita (49).
Menurut Sopianita ibu Anong, sosok putrinya itu dikenal manja. Namun tidak mudah menyerah dalam mewujudkan sesuatu yang diinginkan. Serta tegas pada pilihan cita-cita.
"Pada umumnya seperti anak-anak biasa. Nakal, lugu dan mungkin karena lama menjadi anak bungsu jadi agak manja, keras juga terus lelet," ucap Sopianita.
Anong dapat berhasil menggapai mimpi masa kecilnya yang bercita-cita menjadi seorang prajurit Korps Wanita Angkatan Darat karena dilandasi dengan keberanian.
"Kalau sudah dewasa bisa hidup mandiri, benar dia manja, dia nakal tapi mandiri. Mandiri, nekat dan tetap berani itulah kunci sukses dia bisa masuk Akmil," imbuh ibunya.
Arkadius Ardi, ayah Anong menyebut ahwa anaknya memiliki motivasi yang tinggi meraih mimpinya. Semua berawal ketika dia menjadi anggota Paskibraka di Kubu Raya, tekadnya menjadi prajurit TNI kian bulat.
"Anak ini boleh dikatakan memiliki jiwa kepemimpinan. Kemudian memiliki motivasi cukup tinggi untuk dirinya," jelas Ardi.
Anong sendiri masih mempunyai cita-cita dalam karirnya saat ini yakni, bisa memberikan jendela yang lebih luas melalui dunia penerbangan.
"Punya satu cita-cita di dunia penerbangan, saya pengin jadi seorang instruktur penerbang. Karena hebat bisa melahirkan penerbang-penerbang handal," tandas perempuan kelahiran 14 September 1996 itu.

Komentar