Zona Hijau Covid-19 di Tingkat RT Diklaim Meningkat hingga 600 Persen
ASKARA - Satgas Penanganan Covid-19 melakukan pengamatan dan analisis persebaran zonasi risiko di tingkat Rukun Tetangga (RT), berdasarkan pelaporan yang dikumpulkan dalam dashboard Bersatu Lawan Covid-19 (BLC).
Pengamatan terhadap zonasi tingkat RT menjadi acuan melihat risiko suatu wilayah dengan lebih cepat, akurat dan tepat sasaran. Karena langsung mengarah pusat penularan Covid-19.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengatakan, perkembangan selama 4 minggu (pengamatan) menunjukkan perkembangan lebih baik. Perbedaannya peta zonasi risiko tingkat kabupaten/kota bersifat lebih makro dan luas.
"Jumlah zona hijau meningkat signifikan dari sebelumnya 817 RT per 14 Februari 2021, menjadi 5.772 RT per 7 Maret 2021, atau naik lebih dari 600 persen," kata Wiku dalam keterangannya, Rabu (17/3).
Membandingkan dengan zona merah, walaupun jumlahnya kecil sejak awal, namun sempat meningkat pada minggu kedua pemantauan, dari 13 menjadi 17 RT.
"Pada minggu ketiga (PPKM) mikro dan keempat pantauan, jumlahnya per 7 Maret dan tersisa 3 RT zona merah," imbuh Wiku.
Hasil pengamatan secara per provinsi, DI Yogyakarta menjadi provinsi dengan zona hijau terbanyak berjumlah 2.139 RT, disusul Jawa Barat sebanyak 1.156 RT dan Banten sebanyak 842 RT.
Sementara, dari jumlah RT yang melapor pada Satgas pusat, DI Yogyakarta menjadi terbanyak juga dengan 2.171 RT, disusul Jawa Barat sebanyak 1.259 RT dan Banten sebanyak 952 RT.
Untuk pengamatan secara mingguan, pada minggu pertama terdapat 1.295 RT yang melaporkan, pada minggu kedua meningkat sebanyak 3.506 RT melaporkan.
"Minggu ketiga meningkat lagi menjadi 4.447 RT yang melaporkan dan minggu keempat atau per 7 Maret 2021, meningkat lagi menjadi 6.205 RT melaporkan," ungkapnya.
Dari pengamatan itu juga menandakan perkembangan PPKM mikro selama 4 minggu terakhir, menuju ke arah yang diharapkan karena zona hijau mendominasi seluruh provinsi yang melaksanakan PPKM mikro.

Komentar