Minggu, 27 November 2022 | 15:31
NEWS

Korsel Tolak Pekerjakan 3.400 Buruh Indonesia, Negara Lain Diterima

Korsel Tolak Pekerjakan 3.400 Buruh Indonesia, Negara Lain Diterima
Buruh Migran (Dok Indopolitika)

ASKARA - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mencatat, sebanyak 3.400 pekerja migran asal Indonesia gagal bekerja di Korea Selatan.

Sekretaris Utama BP2MI, Tatang Budie Utama menyampaikan, penolakan buruh migran itu dipengaruhi kasus Covid-19 di Indonesia yang masih tinggi. Padahal para pekerja migran itu sudah siap diberangkatkan.

"Ada persoalan cukup serius ketika kita sudah siap mengirim calon pekerja 3.400 orang, ketika kami komunikasikan dengan pihak Korea Selatan, Indonesia ditolak karena memiliki kasus terpapar Covid-19 sangat tinggi," kata Tatang dalam keterangannya, Selasa (16/3).

Pekerja migran Indonesia harus menerima kenyataan pahit akibat penolakan bekerja di negeri gingseng tersebut. Berbeda dengan nasib Indonesia, para buru migran dari negara lain diperbolehkam bekerja.

"Sehingga sampai saat ini (buruh migran) Indonesia belum diterima, sementara negara lain seperti Kamboja yang penanganan Covid-19 dinilai baik, maka mereka masuk Korea Selatan," ujar Tatang.

Pihak Korea Selatan akan membuka pintu masuk untuk tenaga kerja asal Indonesia, jika pemerintah berhasil mengendalikan pandemi dengan bukti penurunan kasus konfirmasi positif Covid-19.

"Indonesia dapat menempatkan kembali PMI jika telah mampu menurunkan kasus konfirmasi positif Covid-19," terang Tatang.

Pihaknya mencatat sebanyak 615 orang dari 3.400 PMI itu memiliki visa kerja yang telah kedaluwarsa (expired). Hal itu akibat gagal berangkat ke Korea Selatan.

Maka itu, kebijakan masa berlaku Confirmation of Certification of Visa Issuance (CCVI) atau surat yang dikeluarkan kantor imigrasi Korea Selatan untuk pengajuan visa kerja diperpanjang, dari yang sebelumnya hanya berlaku 3 bulan menjadi 6 bulan.

Satgas Covid-19 melaporkan kasus positif Covid-19 di Tanah Air pada, Senin (15/3) kemarin. Terdapat penambahan 5.589 kasus baru. Sehingga kini total kasus lebih dari 1,4 juta atau sebanyak 1.425.044 orang.

Jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 47.808 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).

Selain itu, juga dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 pada hari ini tercatat bertambah 6.830, sehingga menjadi 1.249.947 orang. Sementara jumlah yang meninggal kembali bertambah 147, menjadi 38.573 orang. Jumlah suspek Covid-19 kini sebanyak 63.957 orang, sementara kasus aktif sebanyak 136.524 orang.

 

Komentar