Selasa, 09 Juni 2026 | 08:45
COMMUNITY

Bantah Membernya Ugal-ugalan, DNC: Kami Konsepnya Liburan Bukan Balapan

Bantah Membernya Ugal-ugalan, DNC: Kami Konsepnya Liburan Bukan Balapan
Member NDC Ditilang Polisi (Dok Twitter)

ASKARA - Komunitas mobil Day & Night Crew (DNC) buka suara terkait penindakan konvoi yang dilakukan petugas polisi akibat diduga ugal-ugalan. Meski mereka telah dikawal dari berbagai instansi.

Penindakan itu terjadi di off ramp Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Jumat (12/3). Saat itu, DNC mengadakan konvoi sebanyak 25 mobil menuju Aston Hotel di Sentul, Bogor.

"Kami menyadari adanya konvoi ini berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas, karena itu kami minta kepada teman-teman dari dinas perhubungan, polisi militer, juga pengawalan khusus untuk mengawal kami supaya kami tidak terjebak dalam satu situasi ugal-ugalan," kata salah satu member DNC, Gema Goeyardi, dalam media sosialnya @dnc_carclub, Senin (15/3).

Saat melaju kendaraannya, barisan konvoi yang berada di belakang ternyata tertinggal dengan barisan depan. Sehingga berusaha menyusul, namun PJR Polda Metro Jaya menyetopnya.

"Teman kami (Steven) disetop oleh kasat dari PJR, di sinilah saya sebagai saksi melihat ada potensi salah paham, dan salah paham itu sudah berakhir dengan diberikan surat tilang, dengan dugaan pelanggaran kecepatan lalu lintas," tutur Gema.

Dia pun menampik member komunitasnya ugal-ugalan ketika konvoi kemarin. Mengingat jalan yang dilaluinya mengalami kepadatan sehingga tak mungkin melaju dengan kecepatan tinggi.

"Apabila Anda berada di Tol Jagorawi, Anda akan melihat kurang-lebih (pukul) 08.30 pagi macet sekali karena hari Jumat, dan tidak mungkin kita bisa lebih dari 100 km per jam," terangnya.

Maka melalui penjelasannya ini, pihaknya menyampaikan pemberitaan yang menginformasikan membernya ugal-ugalan di Jalan Tol itu tidak benar.

"Oleh karena itu, dengan adanya publikasi bahwa club car ini melakukan ugal-ugalan di jalan, izinkan kami dengan rendah hati dan kakanda kita yang sudah mengarahkan, menyatakan berita itu tidak benar," jelasnya.

"Tidak benar adanya kami melakukan driving ugal-ugalan karena kami sudah diarahkan dan kami konsepnya liburan, bukan balapan," tambah Gema.

Koordinator pengawal, Rino mengatakan bahwa pihak yang mengawal konvoi mereka berasal dari berbagai instansi. Dari Polisi Militer, Dinas Perhubungan hingga pengawalan khusus.

"Ada dari polisi militer dan dishub, tadi juga ada walsus (pengawalan khusus), namun pada dasarnya, saya pun posisinya agak di belakang, di awal kita berangkat, kita sudah briefing mengenai kecepatan, kepatuhan lalin, semua sudah kita arahkan," imbuh Rino.

SAT-PJR Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan penindakan terhadap pengendara mobil sport, Porsche 911 Carrera beserta rombongannya. Momen itu terekam sebuah video yang tersebar di media sosial.

Kasat Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Akmal menyatakan, bahwa perilaku berkendara rombongan mobil sport itu dapat membahayakan diri sendiri maupun pengendara lainnya.  

"Melakukan penindakan kepada rombongan kendaraan roda 4 yang ugal-ugalan di jalan tol yang membahayakan bagi keselamatan pengguna jalan lainnya," kata Akmal melalui akun Instagram @satpjr_poldametrojaya, Sabtu (13/3).

Komentar