Lamarannya Dianggap Tak Bermutu, Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar Bilang Begini
ASKARA - Koalisi Nasional Reformasi Penyiaran (KNRP) memprotes penayangan secara langsung acara lamaran hingga pernikahan Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar.
KNRP menganggap, acara itu dianggap tidak bermanfaat dan melanggar undang-undang penyiaran.
Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah pun langsung merespons. Kedua insan itu mengungkapkan alasan prosesi lamarannya disiarkan secara langsung di televisi.
"Awalnya malah nggak semua sih, cuma tiba-tiba dapat request juga dari TV-nya ini, mau ini mau, oh ya udah," ujar Atta Halilintar, dalam jumpa pers lamaran di Hotel Intercontinental, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu (13/3).
"Tadinya kita ya cuma mau nge-YouTube aja, nge-vlog yang penting acara kita. Tiba-tiba ada tawaran bagus. Mungkin live itu buat resepsi atau akad, tiba-tiba TV minta siramannya, minta semua, ya sudah. Nggak sengaja," sambungnya.
Aurel juga membenarkan televisi meminta satu paket rangkaian acaranya sampai acara akad pernikahan. Keduanya mohon doa agar seluruhnya berjalan lancar.
Sementara, menanggapi kritik dan ada yang menganggap acaranya tayangan tak bermutu, keduanya tak mau ambil pusing. Aurel membebaskan orang menilai acara lamarannya.
"Ya biarin, kan, maksudnya, mau nonton-nonton. Mau nggak, nggak. Kita mah nggak pernah ribet," jawab Aurel.
"Nggak pernah maksa juga orang harus nonton. Kita hidup kan tidak bisa banyak menyenangkan orang. Kalau kamu mau suka ya alhamdulillah, kalau nggak yaudah," sambung Atta.
Atta pun paham dirinya tak bisa mengatur anggapan orang lain. Dia pun tak mau memikirkan jika kelak ada yang menilai acara lamarannya dengan Aurel dianggap main-main.
"Dan kalau dikritik tadi katanya kok live-nya nggak asli, bisa dicek saja sendiri tadi asli apa nggak. Kita juga nggak tahu, yang penting nikah, nikah, saja terserah. Orang mau bilang apa, hidup-hidup kita. Masa depan, masa depan kita yaudah nggak usah pusingin omongan orang. Aku juga serind bilang ke dia (Aurel)," pungkas Atta.

Komentar