Kamis, 04 Juni 2026 | 06:47
MILITER

Serda Aprilia Manganang Terbukti Lelaki, Begini Penjelasannya

Serda Aprilia Manganang Terbukti Lelaki, Begini Penjelasannya
Serda Aprilia Manganang (Dok Instagram)

ASKARA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) memfasilitasi corrective surgery yang dijalani Sersan Dua (Serda) Aprilia Santini Manganang. 

Mantan atlet voli putri itu dikonfirmasi mengalami kelainan Hispopadia sejak lahir.

Aprilia Santini menjalani tindakan korektif di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Dalam pemeriksaan medis terbukti bahwa dia merupakan seorang laki-laki.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa menyebut, Aprilia memiliki jenis kelamin pria. Tidak ada satupun organ yang membuktikan jika dirinya seorang perempuan. Itu berdasarkan ilmu kesehatan urologi.

"Dari hasil pemeriksaan itu, bahwa dilihat dari urologi ternyata Sersan Manganang lebih memiliki organ-organ jenis kelamin laki. Bahkan tidak ada organ internal jenis kelamin wanita," jelas Andika melalui konferensi pers di Mabes TNI AD, Jakarta, Selasa (9/3).

Andika menampik operasi tersebut merupakan pergantian alat kelamin. Mengingat Aprilia Manganang merupakan seorang laki-laki sejak lahir. 

"Manganang sejak lahir adalah laki-laki dan tidak ada pergantian secara fisik yang mungkin tadinya dari organ-organ kelamin wanita menjadi pria. Itulah penegasan saya," tuturnya.

Terlebih dari hasil pemeriksaan hormon menunjukkan bahwa hormon laki-lakinya sangat kuat. Sehingga Andika pun menegaskan Aprilia adalah seorang laki-laki.

Dari rekam medis yang dilakukan pada 3 Februari, diketahui hormon testosteron Aprilia lebih tinggi disertai ketiadaan organ tubuh yang menunjang identitas perempuan.

Aprilia yang berumur 28 tahun mengucapkan rasa syukur atas diagnosis hispopadia dan bantuancorrective surgery yang diberikan oleh TNI AD.

"Ini momen yang sangat saya tunggu-tunggu, bahagia banget. Puji Tuhan Yesus saya bisa lewati momen ini, dan saya bersyukur Tuhan pertemukan saya dengan bapak dan ibu sekalian," jelas Aprilia Manganang.

Pria yang lahir di Tahuna, Sulawesi Utara, 27 April 1992 itu dinyatakan perempuan saat lahir karena kurangnya pengetahuan orang tua dan paramedis pembantu persalinan.

Hal tersebut ikut menimbulkan ketidaknyamanan bagi Aprilia dalam perjalanan hidupnya, ditambah munculnya persekusi atau bully yang mempertanyakan feminitasnya.

Komentar