Selasa, 02 Maret 2021 | 12:11
NEWS

Tidak Ada Sosialisasi, Bonek Minta Aturan Larangan Suporter ke Stadion Diperjelas

Tidak Ada Sosialisasi, Bonek Minta Aturan Larangan Suporter ke Stadion Diperjelas
Ilustrasi. (Dok. Jpnn)

ASKARA - Suporter fanatik Persebaya Surabaya, Bonek mendukung 100 persen kebijakan PSSI dan PT LIB yang melarang suporter hadir ke stadion untuk menyaksikan pertandingan Piala Menpora 2021. 

Selain itu, mereka juga siap untuk tidak berkerumun dan menggelar nonton bareng. Bonek siap menjadi bagian agar turnamen pramusim Piala Menpora 2021 dapat berjalan aman, lancar dan tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. 

"Komitmen kami soal kemanusiaan tidak main-main. Kalau peraturannya seperti itu ya kami siap. Mau main di mana pun ya kami tidak akan datang ke stadion," kata Koordinator Green Nord, salah satu kelompok suporter Bonek, Husein Gazali, di situs klub. 

Bonek menegaskan soal komitmen untuk mengantisipasi Covid-19 selama ini cukup besar. Husein Gazali meyakinkan bahwa Bonek selalu ikut serta dalam aksi pencegahan penyebaran Covid-19 di Surabaya. Contoh gerakan untuk melawan Covid-19 yang pernah dilakukan oleh Bonek cukup banyak. Misalnya, Maret 2020, Bonek pernah menggalang donasi untuk membeli ambulans yang difungsikan sebagai stand medis Persebaya dan masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, Bonek juga pernah membagikan 20 ribu masker kepada masyarakat hingga mengampanyekan Gerakan Tri Wani yaitu wani pakai masker, wani cuci tangan, dan wani jaga jarak.

"Bisa dilihat kegiatan Bonek selama pandemi. Kami berkomitmen sejak awal untuk menekan angka penularan. BNPB sampai Satgas Covid-19 nasional juga percaya dengan Bonek dan menjadikan kami partner," jelas Husein Gazali.

Agar makin mantap posisinya dalam mendukung kampanye PSSI dan PT LIB, mereka meminta kejelasan tentang aturan penyelenggaraan pertandingan tanpa penonton tersebut, terutama terkait dengan sanksi yang akan diterima klub bila suporternya melanggar aturan. 

Husein Gazali meminta PSSI dan PT LIB tidak terus mengimbau klub dan suporter agar bisa disiplin. Tetapi, sampai saat ini aturan main soal hal tersebut belum pernah disosialisasikan langsung ke klub dan suporter.

"Yang paling penting ada aturan yang jelas dulu. Jangan yang disalahkan hanya klub dan suporternya," tandasnya. (jpnn)

Komentar