Selasa, 02 Maret 2021 | 11:30
INFRASTRUKTUR

Kementerian PUPR Rampungkan Pembangunan Rusun Bagi ASN Pemkab Lebong

Kementerian PUPR Rampungkan Pembangunan Rusun Bagi ASN Pemkab Lebong
(Ist)

ASKARA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan jumlah kepemilikan rumah layak huni melalui program pembangunan rumah susun.

Pada tahun anggaran 2020 telah selesai dibangun 823 unit Rusun dan dilanjutkan pada 2021 sebanyak 9799 unit yang terdiri dari unit baru 5158 unit dan 4641 unit program lanjutan (MYC).

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, pembangunan rusun merupakan amanat Presiden Joko Widodo untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah layak huni.

Pembangunan rusun disamping untuk pekerja, MBR, mahasiswa, santri di pondok pesantren, juga untuk TNI/Polri dan ASN. Diharapkan dengan penyediaan hunian yang layak berupa rusun dapat memberikan kontribusi nyata bagi produktivitas ASN dalam bekerja.

Salah satu Rusun ASN yang telah selesai dibangun berada di Kabupaten Lebong, Bengkulu sebanyak satu tower dengan kapasitas 42 unit hunian. Rusun ini telah berfungsi dengan baik dan lokasinya tidak jauh dengan kawasan perkantoran tempat para ASN Pemerintah Kabupaten Lebong bekerja.

"Mereka (ASN) bisa tinggal di Rusun ini bersama keluarganya dengan biaya sewa yang terjangkau serta fasilitas yang lengkap dan nyaman," ujar Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam keterangannya, Selasa (23/2).

Selama masa pandemi Covid-19, proses pembangunan rusun menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dan protokol kesehatan yang ketat bagi para pekerja, sehingga potensi kecelakaan kerja dapat dihindari serta mencegah penyebaran Covid-19.

Rusun ASN Lebong dibangun satu tower setinggi tiga lantai dengan total 42 kamar tipe 36. Pada setiap unit rusun telah dilengkapi dengan fasilitas meubelair seperti lemari pakaian, tempat tidur, meja dan kursi.

Kehadiran rusun yang lokasinya dekat dengan tempat kerja diharapkan dapat  memberikan nilai efisiensi tinggi, sehingga konsep hunian terintegrasi ini dapat lebih banyak dikembangkan di kota-kota lainnya di Indonesia. (industry) 

Komentar