Senin, 08 Juni 2026 | 00:28
NEWS

Program Petani Milenial Juara Diserbu Anak Muda

Program Petani Milenial Juara Diserbu Anak Muda
Ilustrasi. (Twitter/ridwankamil)

ASKARA - Program Petani Milenial Juara yang digaungkan Pemprov Jawa Barat disambut antusias anak-anak muda yang bertekad terjun langsung menjadi petani di tengah pandemi Covid-19.

Antusiasme yang tinggi tersebut tak lepas dari banyaknya fasilitas bantuan yang bakal diberikan. Hal itu tentunya menjadi daya tarik hingga membuat ribuan anak muda Jabar ramai-ramai mendaftarkan diri demi mendapatkan fasilitas bantuan itu.

Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jabar Benny Bachtiar memaparkan, seabrek bantuan akan diberikan Pemprov Jabar dalam program Petani Milenial Juara. Pertama, peminjaman lahan garapan seluas 2000 meter persegi selama kurun waktu dua tahun.

Tidak hanya lahan garapan, para calon petani milenial yang lolos seleksi juga akan mendapatkan bantuan permodalan lewat skema Kredit Usaha Rakyat (KUR). Bahkan, saat sudah terjun langsung menjadi petani, mereka pun diberikan pendampingan dari para penyuluh pertanian di lapangan. Tidak hanya itu, Pemprov Jabar akan mencarikan offtaker atau pembeli. Dengan begitu, petani muda dapat berkolaborasi dengan offtaker mengenai komoditas apa yang mesti dihasilkan.

"Sudah dijamin pasarnya karena sudah ada perjanjian kerja sama antara pelaku usaha sehingga komoditas akan disesuaikan dengan permintaan," kata Benny, Jumat (12/2).

Benny melanjutkan, fasilitas bantuan lain yakni pemanfaatan teknologi 4.0 dalam program Petani Milenial Juara. Dia menyebut bahwa implementasi teknologi menjadi dasar pembinaan petani milenial. Dengan pemanfaatan teknologi, produktivitas petani milenial diharapkan dapat meningkat.

"Kami akan memanfaatkan teknologi digital science base agriculture, seperti drips irigation, e-fishery, dan fish finder. Selain itu, ada Talesa atau online digital desa," ujarnya.

Menurut Benny memaparkan, melalui program yang digagas Gubernur Ridwan Kamil itu, Pemprov Jabar berupaya mengubah sektor pertanian. Pasalnya, sektor pertanian saat ini belum menjadi magnet pekerjaan bagi generasi milenial di Jabar.

"Hal tersebut berdampak pada rendahnya produktivitas pangan di Jabar. Hampir 75 persen petani di Jabar sudah berusia 45 tahun," katanya.

Berdasarkan survei pertanian antar sensus (sutas) 2018 yang dilakukan Badan Pusat Statistik, jumlah petani di Jabar saat ini mencapai 3.250.825 orang.

"Dari jumlah tersebut, petani yang berusia 25-44 tahun hanya 945.574 orang atau 29 persen. Kondisi tersebut tentu memberikan efek domino bagi sektor pertanian di Jabar," jelasnya.

Benny berharap, program Petani Milenial Juara dapat menarik minat generasi milenial untuk membawa perubahan pada sektor pertanian masa depan. Selain untuk menarik minat generasi milenial, program Petani Milenial Juara juga bertujuan untuk menumbuhkembangkan kewirausahaan muda pertanian di Jabar.

"Kami ingin menciptakan pertanian maju, mandiri, dan modern. Kemudian, program tersebut diharapkan dapat mengurangi masalah pengangguran sekaligus mengubah wajah pertanian menjadi pertanian modern dan berbasis teknologi," jelas Benny.

Dia menambahkan, program Petani Milenial Juara tidak hanya mencakup bidang pertanian, melainkan juga peternakan, perikanan, dan perkebunan.

"Komoditas akan sangat variatif. Untuk pertanian, mulai dari jagung, jahe, ubi-ubian, sampai tanaman holtikultura. Di sektor perkebunan adalah serahwangi. Kemudian, madu dan jamur tiram. Selain itu, budidaya penggemukan domba, ayam boiler, ayam petelur dan ternak puyuh. Sedangkan di sektor perikanan yakni budidaya ikan tawar lewat kolam plastik," papar Benny, seperti diberitakan Sindonews.

Komentar