Senin, 08 Juni 2026 | 20:11
NEWS

Penanganan Covid-19 di Jakarta dan Jabar Selama 3 Pekan PPKM, Ada Kabar Baik

Penanganan Covid-19 di Jakarta dan Jabar Selama 3 Pekan PPKM, Ada Kabar Baik
Ilustrasi Covid-19 (Istimewa)

ASKARA - Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta dan Jawa Barat memperlihatkan perkembangkan ke arah lebih baik. Hasil itu terlihat selama 3 minggu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). 

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menjabarkan hasil fokus pengamatan perkembangan 4 paramater nasional yaitu kasus aktif, kesembuhan, kematian dan keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR). 

"Provinsi DKI Jakarta, tren kasus aktif memperlihatkan penurunan, dimana 2 minggu sebelumnya menunjukkan tren kenaikan," tutur Wiku dalam keterangannya, Jumat (5/2).

Hasil pengamatan pada minggu terakhir Januari atau per 31 Januari 2021, angka kasus aktifnya mencapai 8,78 persen dari 9,85 persen. Upaya yang dilakukan menekan kasus aktif ialah meningkatkan testing (pemeriksaan) dan tracing (pelacakan). 

Berbeda dengan tren kesembuhan, sebaliknya naik setelah terjadinya penurunan di minggu-minggu sebelumnya. Pada minggu terakhir angkanya naik menjadi 89,46 persen. 

DKI Jakarta juga telah mencapai testing (pemeriksaan) yang jumlahnya 12 kali lipat dari target World Health Organization (WHO) dalam seminggu. Dan 87 persen di antaranya ditujukan pada suspek, probable dan kontak erat yang memberikan dampak positif pada pencegahan penularan. 

Walaupun angka kesembuhan naik, dan angka kematian menurun, namun angka kasus aktif masih jauh lebih besar sehingga belum bisa mengendalikan kenaikan BOR ICU maupun isolasi secara signifikan. 

"Karena penurunan terjadi pada BOR ICU minggu terakhir pengamatan dari 84,5 persen menjadi 84,01 persen," imbuhnya.

Namun, DKI Jakarta masih perlu upaya lebih keras lagi meningkatkan kualitas pelayanan untuk menekan angka BOR di bawah standar, yaitu 70 persen. 

Menelaah kondisi terkini di Jawa Barat pada tren kasus aktif terlihat fluktuatif. Minggu terakhir naik dari 17,18 persen menjadi 20,74 persen. 

Sama halnya dengan tren kesembuhan, yang tampak fluktuatif dan Minggu terakhir memperlihatkan penurunan dari 81,61 persen menjadi 77,98 persen. Untuk kematian per 31 Januari 2021, angkanya mencapai 1,29 persen. 

Kemudian untuk BOR pada ruang isolasi, angkanya dapat ditekan secara konsisten dan menyentuh angka 69,52 persen atau di bawah target parameter nasional yaitu 70 persen. 

Hasil koordinasi dengan Pemprov Jawa Barat, selama 2 pekan terakhir ini kasus Covid-19 mengalami lonjakan tertinggi pada 30 Januari 2021, dengan penambahan sebesar 4.601 kasus positif terdiri 2.859 kasus baru dan 1.742 kasus lama. 

Upaya yang dilakukan ialah menguatkan puskesmas melalui penempatan tim kolaborasi inter profesi, pemberdayaan masyarakat.

Serta keterlibatan multi sektor untuk peningkatan kapasitas 3T, 3M, penyiapan vaksinasi dan melanjutkan pelayanan kesehatan esensial di Puskesmas. 

"Pada prinsipnya, kita dapat belajar dari keunggulan pihak lain untuk dapat ditiru maupun menjadi kekurangan yang bisa dicegah," ujar Wiku. 

Dari hasil analisis data ini, menunjukkan pembatasan kegiatan pada 2 provinsi ini pada beberapa indikator, namun belum bisa dikatakan berhasil karena ukuran keberhasilan, ialah jika suatu provinsi dapat keluar dari 4 indikator parameter nasional yang ditetapkan selama 4 minggu berturut-turut. 

"Data sederhana ini mencerminkan pentingnya komunikasi yang terjalin, antara komponen pemerintah pusat dan daerah, maupun daerah dan daerah untuk sama-sama saling membantu jika menemui kesulitan," pesan Wiku. 

Komentar