Senin, 20 Juli 2026 | 16:35
NEWS

Sudah S3 di Usia 21 Tahun, Maya Nabila: Aku Belum Berkontribusi Apapun untuk Negara

Sudah S3 di Usia 21 Tahun, Maya Nabila: Aku Belum Berkontribusi Apapun untuk Negara
Maya Nabila Mahasiswi termuda Strata-3 (S3) ITB (Dok Laman ITB)

ASKARA - Menuntut ilmu tak kenal batasan usia. Ada ungkapan yang mengatakan, belajar di waktu muda bagai mengukir di atas batu. Belajar di waktu tua bagai melukis di atas air. Poinnya ialah memotivasi anak muda agar giat belajar. 

Seperti halnya mahasiswi Maya Nabila. Dia merupakan mahasiswi termuda pada jenjang pendidikan Strata-3 (S3) ITB pada PMB ITB Tahun Akademik 2021/2022 di usianya yang baru 21 tahun.

Maya Nabila mengambil program studi Matematika pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB. Perempuan kelahiran Padang, 9 Mei 1999 memasuki SD dalam usia yang sangat muda yaitu 5 tahun. 

Kemudian saat jenjang SMA, dia mengambil program akselerasi sehingga menamatkan pendidikan menengah tersebut dalam kurun waktu 2 tahun saja. 

Ditambah lagi dengan lulus pendidikan sarjana kurang dari empat tahun. Sejak dari anak-anak Maya Nabila memang senang bersekolah. 

"Sejak dari dulu aku memang suka belajar hal baru dan alhamdulillah ada kesempatan lanjut S2/S3 dengan program PMDSU, mungkin juga ada faktor lingkungan keluarga, soalnya papa juga kuliah sampai S3,” ucap Maya dalam laman Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (22/1).

Saat melanjutkan S2 di ITB dengan beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) Kemenristekdikti. Ia sempat memiliki kendala, harus menyesuaikan pelajaran yang sebelumnya didapatkan saat mengambil studi sarjana pada Universitas Andalas prodi matematika.

Maya mengaku senang ketika ditanya mengenai perasaan menjadi mahasiswa termuda S3. Dengan kerendahan hatinya, dia merasa belum memiliki kontribusi bagi kampus maupun negaranya. 

”Perasaannya, yah senang sih ya, tetapi ini belum jadi apa-apa ‘kan, baru menjadi mahasiswa termuda saat ini, aku belum punya kontribusi apapun untuk kampus ataupun negara,” tutur Maya. 

Harapan gadis kelahiran padang tersebut dengan melanjutkan studi di ITB bisa belajar lebih banyak, menambah jaringan sehingga dapat mengenal dunia luar, dan keluar dari zona nyaman.

“Aku punya cita-cita ingin jadi dosen, aku ingin mengajar dan membagikan ilmu yang aku dapatkan selama kuliah di ITB ini. Aku juga berharap di instansi manapun nanti aku berada, aku bisa memberi pengaruh positif di sana,” harapnya. 

Target Maya yang paling dekat saat ini adalah menyelesaikan S3 tepat waktu, lalu mencari pekerjaan. Selain ingin menjadi seorang dosen yang baik, Maya juga memiliki cita-cita yang mulia. 

Dia berharap mempunyai kesempatan atau kemampuan untuk mendirikan sekolah. Terkhusus bagi orang yang tidak mampu karena menurutnya pendidikan itu penting.

“Membangun karakter dan pola pikir itu penting dalam hidup, mungkin ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari pendidikan nonformal. Tapi untuk hal tertentu seperti sosialisasi, sopan santun, perkembangan ilmu, dan teknologi bisa dibantu dengan menempuh pendidikan formal,” tandas Maya.

 

Komentar