Minggu, 07 Juni 2026 | 04:42
NEWS

Gempa Sulut Disebabkan Aktivitas Subduksi Lempeng Filipina

Gempa Sulut Disebabkan Aktivitas Subduksi Lempeng Filipina
Ilustrasi.(Hops)

ASKARA - Gempa bumi dengan Magnitudo 7,1 yang berpusat di Melonguane, Sulawesi Utara pada Kamis (21/1) sekitar pukul 19.23.07 WIB ternyata disebabkan adanya aktivitas subduksi lempeng Filipina. 

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Filipina," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Sulut Edward H Mengko.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa memiliki parameter update dengan Magnitudo 7,0. Episenter gempa terletak pada koordinat 4,94 Lintang Utara dan 127,44 Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 132 kilometer arah Timur Laut Kota Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud pada kedalaman 119 kilometer.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault)," kata Mengko.

Guncangan gempa dirasakan di daerah Melonguane, Tahuna, Ondong dengan skala IV MMI. Di Manado, Bitung gempa terasa dengan skala III MMI, di Galela , Gorontalo, Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat skala II-III MMI, di Bolaang Uki skala II MMI, sedangkan di Ternate, Sofifi, Halmahera Tengah gempa terasa dengan skala I-II MMI

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tutur Mengko, dikutip Sindonews.

Komentar