Gunung Merapi Muntahkan Lava Pijar 84 Kali, Potensi Bahaya Berubah
ASKARA - Gunung Merapi kembali memuntahkan lava pijar sebanyak 84 kali dalam semalam. Selain lava pijar, gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan Jawa Tengah juga mengeluarkan awan panas.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida mengatakan, hasil pengamatan pada Selasa (19/1) pukul 18.00-24.00, gunung Merapi mengalami guguran lava pijar 37 kali. Guguran lava pijar ini dengan jarak luncur maksimal 700 meter ke arah barat daya.
"Dalam periode pengamatan itu, gunung (tampak) jelas. Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang dan tinggi 20-50 meter di atas puncak kawah," ujar Hanik, Rabu (20/1).
Namun, jenis kegempaan tercatat menurun dibanding biasanya. Kegempaan yang terjadi dalam periode pengamatan itu yakni, gempa guguran 40 kali dan gempa fase banyak sekali.
Sementara, hasil pengamatan pada Rabu dini hari (20/1), pukul 00.00-06.00 WIB, menunjukkan terjadi 47 kali guguran lava pijar. Jarak luncuran lava pijar diperkirakan mencapai satu kilometer ke arah barat daya.
"Selain itu juga terjadi tiga kali awan panas dengan jarak luncur maksimum 1.200 meter ke barat daya," ujarnya.
Kegempaan yang terjadi dalam periode pengamatan ini lebih banyak dibandingkan periode sebelumnya. Di antaranya gempa awan panas guguran sebanyak tiga kali, gempa guguran 36 kali, gempa fase dan gempa tektonik terjadi beberapa kali.
Sampai saat ini, gunung dengan tinggi 2.968 meter di atas permukaan laut ini masih berstatus siaga.
Potensi bahaya yang semula di arah Kali Gendol atau arah tenggara telah berubah ke arah kali Krasak atau barat-barat daya. Jarak aman aktivitas manusia masih di luar radius lima kilometer dari puncak.

Komentar