Panglima TNI Tinjau Korban di RSUD Sulbar dan Serahkan Bantuan Presiden
ASKARA - Setelah meninjau dan menyampaikan bantuan presiden di Kalimantan Selatan, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto langsung bertolak ke Kabupaten Majene dan Mamuju Sulawesi Barat, Sabtu (16/1).
Adapun, tujuan dari panglima TNI untuk meninjau, melihat dan mendengar langsung serta menyerahkan bantuan dari Presiden Joko Widodo sebanyak 10 ribu paket sembako kepada masyarakat yang terkena musibah bencana gempa.
Jumat kemarin, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto telah memerintahkan jajaran TNI untuk menerjunkan prajurit dan bantuan alutsista untuk membantu korban gempa di lokasi tersebut.
Kegiatan diawali Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dengan mengunjungi posko pengungsian di Kantor Gubernur Sulawesi Barat dan menerima penjelasan dari Komandan Korem 142/Tatag Brigjen TNI Firman Dahlan terkait situasi dan kondisi terkini pasca gempa. Dan secara simbolis menyerahkan bantuan paket sembako dari Presiden Jokowi.
"Saat ini TNI terus mempersiapkan langkah-langkah berikutnya, langkah evakuasi korban sudah dilaksanakan. Kemudian langkah berikutnya adalah memberikan pelayanan kesehatan kepada para korban. Untuk itu, dalam beberapa hari nanti akan kita hadirkan KRI Soeharso, kebetulan saya lihat lanal kondisinya bagus tidak ada kerusakan. Bagi korban patah tulang, termasuk korban-korban akibat yang lain bisa dirawat atau dioperasi apabila perlu di KRI Soeharso," terang Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Lebih lanjut, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menekankan kepada jajaran bahwa untuk para korban juga harus dipersiapkan bantuan sembako yang saat ini sudah mulai berdatangan, baik dari Jakarta melalui jalur udara dan wilayah-wilayah sekitar Mamuju.
"Yang perlu diperhatikan adalah sistem distribusi bantuan yang saat ini sedang berjalan. Harus benar-benar diamankan mulai dari pemberangkatan sampai menuju wilayah Mamuju," ujarnya.
Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menekankan pengawalan dari aparat TNI-Polri sampai bantuan tersebut benar-benar sampai ke gudang, dan petugas segera mendistribusikan karena masyarakat memerlukan.
"Kemudian yang berikutnya adalah bagaimana kita bersama untuk menormalkan kembali kebutuhan-kebutuhan masyarakat akan bahan bakar. Kita lihat tadi masih adanya antrean kendaraan dan tugas kita adalah untuk berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menormalkan kembali, sehingga kebutuhan bahan bakar minyak khususnya bisa terdukung dengan baik dan termasuk juga kebutuhan akan listrik," jelasnya.
Permasalahan-permasalahan lain contohnya beberapa gedung juga dalam kondisi hancur, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menginstruksikan kepada pangdam, danrem untuk menggerakkan anggota membersihkan puing-puing dan juga akan dibantu dari Batalyon Zeni.
"Semoga tidak terlalu lama kita bisa menyelesaikan permasalahan yang ada di Mamuju ini dengan baik dan aktifitas perekonomian di Mamuju juga bisa berjalan dengan baik," harap Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.
Kegiatan dilanjutkan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan rombongan meninjau RSUD Sulbar yang saat ini banyak menampung korban gempa. Di tempat ini, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berdialog langsung dengan beberapa tenaga medis dan meninjau tenda-tenda darurat tempat perawatan korban.
Setelah dari RSUD Sulbar, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga mengunjungi Stadion Manakara untuk berdialog dengan korban gempa yang mengungsi.
Panglima TNI juga membawa bantuan berupa tujuh unit tenda TNI, 1200 tikar plastik, 1000 selimut, 1000 dus mie instan, 2000 sarung, 100.000 masker medis, 170 boks obat obatan, 432 boks vitamin, dan 300 dus air mineral botol.


Komentar