Minggu, 07 Juni 2026 | 21:19
NEWS

Analisa BMKG, Pemicu Gempa Sulbar Diduga Sesar Naik Mamuju

Analisa BMKG, Pemicu Gempa Sulbar Diduga Sesar Naik Mamuju
Ilustrasi. (Hops)

ASKARA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan, gempa bumi tektonik mengguncang Sulawesi Barat, merupakan jenis gempa kerak dangkal diakibatkan adanya aktivitas sesar aktif.

Adapun hasil analisa tersebut didapatkan dengan memperhatikan lokasi pusat gempa atau episenter dan kedalaman hiposenternya. Baik gempa signifikan pertama maupun yang kedua.

"Baik gempa signifikan pertama dan kedua yang terjadi merupakan jenis gempa kerak dangkal," tulis BMKG dalam keterangan resmi, Sabtu (16/1).

Dugaan sementara BMKG, gempa yang tercatat menewaskan sebanyak 42 orang tersebut dipicu oleh adanya Sesar Naik Mamuju atau Mamuju Thurst.

"Diduga kuat pemicu gempa ini adalah Sesar Naik Mamuju," tulis BMKG.

Hal itu dibuktikan dari hasil analisis mekanisme sumber yang menunjukkan, bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thurst fault.

BMKG juga mengatakan bahwa mekanisme sesar naik ini mirip dengan pembangkit gempa Lombok yang terjadi pada 2018, yang mana bidang sesar membentuk kemiringan bidang sesar ke daratan.

Mengenai Sesar Naik Mamuju, BMKG mengatakan bahwa hal itu memiliki magnitudo dengan target mencapai 7,0 dengan laju geser sesar adalah 2 milimeter per tahun, sehingga sesar aktif ini harus diwaspadai karena mampu memicu gempa kuat.

Gempa pertama sebagai pembuka atau foreshock terjadi pada Kamis (14/1) pukul 13.35 WIB dengan Magnitudo 5,9 pada kedalaman 10 kilometer. Selanjutnya, gempa kedua atau mainshock terjadi pada Jumat (15/1) pukul 01.28 WIB dengan Magnitudo 6,2 pada episenter 2,98 LS dan 118,94 BT atau di darat pada jarak 6 kilometer arah Timur Laut Majene di kedalaman 10 kilometer. 

Komentar