Kapten Afwan, Pilot Sriwijaya Air Ternyata Mantan Tentara Berpangkat Perwira
ASKARA - Kapten Afwan, pilot pesawat Sriwijaya Air dengan nomor registrasi SJ-182 yang jatuh di sekitar Kepulauan Seribu, Jakarta ternyata merupakan mantan perwira TNI AU.
Kapten Afwan menjadi perbincangan publik lantaran sosoknya yang religius serta baik hati. Kapten Afwan, bersama 5 kru lainnya jadi korban Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak yang hanas tersebut.
Informasi tersebut telah dikonfirmasi Kepala Dinas Penerangan Angkatan Udara (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang. Menurutnya, Kapten Afwan bertugas di TNI selama kurang lebih sembilan tahun.
"Kapten Afwan adalah Penerbang TNI AU periode 1987-1998," kata Indan, menukil akun Instagram @infokomando, Senin (11/1).
Indan menuturkan, Kapten Afwan saat masih menjadi perwira biasa bertugas di Skadron Udara 4 serta Skadron Udara 31.
Skadron Udara 4 adalah satuan udara angkut ringan yang berada di bawah jajaran Wing Udara 2, Komando Operasi Angkatan Udara II yang bernaung di bawah Lanud Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur.
Sementara itu, Skadron 31 adalah satuan di bawah kendali Wing Udara 1 Lanud Halim Perdakusuma yang bertugas sebagai skadron angkut berat.
"Beliau terbang di Skadron Udara 4 dan Akadron Udara 31, alumni dari IDP IV Tahun 1987," tuturnya.
Sebelumnya, media sosial diramaikan unggahan foto surat kapten Afwan. Meski belum terkonfirmasi kebenarannya, surat yang bertanda tangan Kapten Afwan tersebut sudah di-retweet dan disukai ribuan kali.
"... Agung, Saya pinjam Charegernya Sebentar. Tks Sebelumnya," tulis surat yang dibagikan oleh akun @muhammadravy97.
Selain itu, beredar pula sebuah tangkapan layar berupa pesan terakhir di kontak WhatsApp (WA) yang diduga milik Kapten Afwan.
Kapten Afwan di status WA pribadinya membahas tentang salat lima waktu dan tujuan akhir manusia, yakni akhirat.
Sesuai dengan nama kontaknya yang disimpan dengan gelar Haji, pada foto profil kontak WA-nya dia menggunakan gambar yang membahas soal dunia pekerjaannya sebagai pilot, salat lima waktu dan surga.
“Setinggi apapun aku terbang, tidak akan mencapai surga bila tidak shalat lima waktu #supermantaubat #kamukapan?” demikian tulisan dalam foto profil kontak Kapten Afwan.

Komentar