Senin, 08 Juni 2026 | 13:36
NEWS

Pupuk Indonesia Siap Penuhi Kebutuhan Petani

Pupuk Indonesia Siap Penuhi Kebutuhan Petani
(Dok. Pupuk Indonesia)

ASKARA - PT Pupuk Indonesia (Persero) menyiapkan stok pupuk subsidi dan non subsidi untuk memenuhi permintaan petani memasuki musim tanam awal 2021. 

Secara nasional, stok pupuk subsidi yang disiapkan mencapai 1,25 juta ton yang terdiri dari 648.853 ton urea, 299.260 ton NPK, 95.514 ton SP 36, 118.620 ton ZA, dan 92.157 ton pupuk organik. Sedangkan stok pupuk non subsidi yang tersedia sekitar 800 ribu ton. 

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal mengatakan, total stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan empat pekan ke depan. Jumlah itu dua kali lipat dari ketentuan pemerintah mengenai batasan stok pupuk bersubsidi. 

Dari total stok tersebut, daerah dengan jumlah stok terbanyak adalah Jawa Barat sebesar 123.269 ton, Jawa Timur 290.642 ton, dan Sulawesi Selatan sebesar 79.812 ton. Stok pupuk siap disalurkan kepada petani terdaftar dalam e-RDKK setelah terbitnya surat keputusan dari pemerintah daerah setempat. Jumlah alokasi pupuk bersubsidi pada 2021 mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya menjadi total sebesar 9.041.475 ton ditambah 1.500.000 liter pupuk organik cair.

Adapun rincian alokasi pupuk bersubsidi di tahun 2021 adalah 4.166.669 ton urea, 640.812 ton SP36, 784.144 ton ZA, 2.662.000 ton NPK, 770.850 ton organic dan 17.000 ton NPK formula khusus. 

Alokasi tersebut yang menjadi dasar Pupuk Indonesia Grup untuk menyalurkan pupuk bersubsidi ke daerah sesuai dengan jumlah yang ditetapkan pemerintah. 

Gusrizal menekankan agar penyaluran pupuk bersubsidi benar-benar tepat sasaran ada sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi petani. Sesuai dengan Permentan Nomor 49 Tahun 2021, petani yang berhak memperoleh pupuk bersubsidi adalah mereka yang bergabung dalam kelompok tani, terdaftar dalam e-RDKK, dan untuk wilayah tertentu sudah memiliki Kartu Tani dan pembelian harus dilakukan di kios-kios resmi. 

"Tanpa persyaratan tersebut maka petani tidak dapat dilayani untuk pembelian pupuk bersubsidi. Namun sebagai alternatif, kami menyiapkan pupuk non subsidi," kata Gusrizal dalam keterangannya, Kamis (7/1). 

Dia menambahkan, untuk menjamin ketersediaan stok dan kelancaran distribusi, Pupuk Indonesia Grup sudah menyiapkan sejumlah infrastruktur pendukung. Di antaranya menerapkan Distribution Planning & Control System (DPCS) untuk memonitor pergerakan transportasi pupuk secara real time dan menjaga stok di gudang sampai level kabupaten tetap terjaga sesuai ketentuan. 

Selain itu, dalam menjalankan tugas penyaluran pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia Grup didukung dengan sarana dan prasarana yang mumpuni seperti 650 unit gudang berkapasitas total 3,5 juta ton, 6151 armada truk, dan 12 unit armada kapal.

"Kami memohon dukungan seluruh stakeholder untuk bersama-sama mengawasi penyaluran pupuk, khususnya pupuk bersubsidi," kata Gusrizal.

Komentar