Rabu, 27 Januari 2021 | 04:47
COMMUNITY

Remang-Remang Perjalanan

Remang-Remang Perjalanan
Ilustrasi berjalan (Dok Mypurohith.com)

ASKARA - Andai kita tahu dengan jelas semua jalan esok yang kita tuju, mungkin tidak ada seorangpun harus tersesat atau celaka. Tidak ada kegagalan penunda kesuksesan, tidak ada rasa khawatir dalam dada, tidak ada emosi menguasai jiwa, tidak pula ada orang mencari muka untuk kepentingan apa saja, seandainya.

Sayangnya tidak demikian adanya. Setinggi apapun sekolah yang pernah dienyam, sekeras apapun pernah belajar dan bekerja, sebanyak apapun pengalaman, sesukses apapun yang pernah diraih, sekaya apapun yang dimiliki, dan sesuci apapun yang melekat pada rasa diri, semua tidak menjamin untuk tahu jalan esok hari.

Hari esok adalah misteri penuh pengharapan walaupun tidak ada yang pasti. Namun jangan pernah membuatmu patah hati. Jalani dan hadapi. Seperti kata Soe Hok Gie "Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya, tanpa Kita bisa mengerti, tanpa bisa menawar, TERIMALAH dan HADAPILAH"

Apa yang dikatakannya benar adanya, esok adalah misteri penuh tanda tanya yang memang tidak kita mengerti, tidak ada pilihan selain menerima dan menghadapinya dengan cara yang bijak.

Manusia hanya bisa berencana, berusaha mewujudkannya sesuai dengan harapan dalam pikirannya. Hasil akhirnya banyak yang mempengaruhi dalam prosesnya, baik itu alam, situasi kondisi dan lingkungan serta yang paling utama adalah Tuhan. (Seperti yang sering kita dengar).

Kabarnya tiap manusia sudah memiliki garis jalan hidupnya sejak dilahirkan, tapi tak seorangpun tahu jalannya berada disebelah mana dan belok ditikungan mana. Hidup semacam teka teki berada di hutan belantara dengan banyak cabang lorong labirin panjang gelap dan membingungkan.

Bagaikan permainan mencari jejak, untuk menemukan jalan yang benar ataupun menemukan harta karun (baca sebagai surga), berjalan berdasarkan kumpulan data pelajaran dan pengalaman yang telah dimiliki, ngobrol sana sini menambah informasi, memperbaiki diri untuk melanjutkan langkah dengan bekal keyakinan yang sudah dikantongi. Namun begitu, tetap saja jalan esok hari itu tidak bisa diketahui dengan pasti, remang-remang dan bisa saja ternyata salah pilih lorong jalan.

Yang dibutuhkan adalah kehati-hatian dalam melangkah, tanpa terkecuali siapapun akan mengalami. Dalam kehati-hatianpun suatu saat bisa tersesat, tersandung, terjatuh dan terjerembab, maka bangkitlah lagi. Jalan tak pasti itu mungkin masih panjang, jangan putus harapan.

Apalagi pada situasi sekarang, pandemi ini bagai gulungan gelombang  tinggi tsunami yang semakin membuat orang terombang ambing dalam keadaan yang tak menentu, bukan lagi hanya remang-remang, tapi betul-betul jadi tidak kelihatan.

Kalau kita menyadari bahwa esok hari itu memang remang-remang bagi semua orang, maka bertahanlah dan tetaplah melangkah tanpa menyalahkan, tanpa menyakiti, tanpa harus menjatuhkan, agar kita semua sampai pada akhir cerita bahagia kehidupan. Hidup bukan sebuah perlombaan maupun pelarian, berjalanlah sesuai aturan tanpa harus berbuat curang.

Remang-remangnya jalan jangan membuatmu takut dan jangan membuat dirimu surut. Persiapkan diri, terima dan hadapi sebaik-baiknya, jauhkan ego, jaga diri sendiri untuk keluarga yang kalian cintai, juga teman yang kalian sayangi, beserta orang-orang yang kalian temui. Karena kepedulian menjadi kunci utama. Yakinlah bahwa kemudahan menemukan keindahan itu akan tiba tepat pada waktunya di tiap saat.

Komentar