Rabu, 17 Juni 2026 | 21:20
NEWS

Ganjar Pranowo Minta Warga Sekitar Gunung Merapi Segera Mengungsi, Ikuti Perintah BPBD

Ganjar Pranowo Minta Warga Sekitar Gunung Merapi Segera Mengungsi, Ikuti Perintah BPBD
Lava Pijar Gunung Merapi (Dok PVMBG)

ASKARA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memastikan warga yang berpotensi terdampak erupsi Merapi untuk mengungsi.

“Sekarang saya minta untuk dipastikan di area yang berbahaya itu pastikan mereka semua sudah mengungsi dan saya minta untuk mengecek,” kata Ganjar, Rabu (6/1). 
 
Ditegaskan Ganjar, status Gunung Merapi sudah meningkat pada siaga level 1. Sehingga, warga di lereng Gunung Merapi harus paham dan selalu mengikuti perintah BPBD.

"Karena warga sudah terlatih sudah tahu, ikuti seluruhnya perintah dari BPBD,” tegas Ganjar.
 
Ganjar meminta BPBD segera mengambil data perkembangan aktivitas Gunung Merapi dari vulkanologis. Sehingga bisa segera mengambil langkah antisipasi.
 
“Kebetulan saya dilaporin setiap hari. Dapat report terus oleh kawan-kawan dan sampai hari ini masih terkendali di tempat pengungsian," jelas Ganjar.

Sebelumnya, Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mencatat adanya aktivitas vulkanik Gunung Merapi berupa guguran lava pijar. 

Guguran tersebut dengan intensitas kecil sebanyak empat kali mengarah ke barat daya pada posisi alur Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 400 meter.

Adapun data tersebut diperoleh dari pantauan visual yang dilakukan pada Selasa (5/1) pada pukul 18.00-24.00 WIB.

Dalam waktu yang bersamaan terjadinya guguran lava pijar tersebut, tim BPPTKG juga merekam adanya kegempaan berupa guguran sebanyak 23 dengan amplitudo 3-41 milimeter berdurasi 11-127 detik.

Kemudian untuk hembusan ada sebanyak 11 kali dengan amplitudo 2-8 milimeter berdurasi antara 9 sampai 33 detik. Selanjutnya Hybrid/Fase Banyak terekam dengan jumlah 75, amplitudo 3-31 milimeter, S-P: 0,3-0,5 detik berdurasi 4-11 detik. 

Vulkanik Dangkal yang terekam sejumlah 16 dengan amplitudo 34-75 milimeter berdurasi 12-39 detik. Sedangkan tektonik Jauh terekam sebanyak 1 dengan amplitudo 4 milimeter, S-P: 16 detik dan durasi 43 detik.

Komentar