Senin, 08 Juni 2026 | 04:47
NEWS

Biofarma: Vaksin Sinovac Tidak Mengandung Bahan Berbahaya

Biofarma: Vaksin Sinovac Tidak Mengandung Bahan Berbahaya
Vaksin Covid-19 Sinovac (Dok BBC.com)

ASKARA - PT Biofarma menegaskan, vaksin Sinovac yang digunakan di Indonesia tidak mengandung bahan berbahaya. Vaksin tersebut juga tak mengandung bahan pengawet.

"Vaksin covid-19 dari Sinovac ini diproduksi tidak menggunakan pengawet, dan tidak mengandung bahan-bahan lain, seperti boraks, formalin, ataupun merkuri," kata  Juru bicara vaksin Covid-19 PT Biofarma, Bambang Herianto, Minggu (3/1). 
 
Menurut Bambang, ada empat kandungan dalam vaksin Sinovac. Pertama virus yang sudah dimatikan atau in-activated.

"Tidak mengandung sama sekali virus hidup atau yang dilemahkan. Ini diketahui termasuk cara yang umum dalam membuatkan vaksin," ujar dia.
 
Kandungan kedua alumunium hidroksida. Senyawa kimia ini berfungsi meningkatkan kemampuan vaksin. Kandungan ketiga, yakni larutan fosfat atau sebagai penstabil (stabilizer). Terakhir, larutan garam natrium klorida, atau garam dapur NaCl.
 
"Kandungan ini sebagai isotonis untuk memberikan kenyamanan dan penyuntikan. Tapi tentunya garam natrium klorida ini adalah yang memenuhi standar farmasetikal," ujar Bambang.
 
Vaksinasi covid-19 akan dilakukan secara bertahap di 34 provinsi. Proses ini dimulai Januari 2021 hingga Maret 2022.
 
Periode pertama berlangsung dari Januari hingga April 2021. Tahapan ini untuk 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik.
 
Periode kedua berlangsung selama 11 bulan. Pada periode yang menjangkau masyarakat ini akan dilakukan pada April 2021 hingga Maret 2022.

Komentar