Selasa, 09 Juni 2026 | 16:47
NEWS

Anies Optimistis Tahun Depan Perekonomian Jakarta Pulih Lebih Cepat

Anies Optimistis Tahun Depan Perekonomian Jakarta Pulih Lebih Cepat
Anies Baswedan. (Dok. Tirto)

ASKARA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan optimis kondisi perekonomian ibu kota dapat pulih dengan cepat di 2021. 

Bahkan, menurutnya, ada kemungkinan bisa pulih paling cepat meski pada 2020 mengalami kontraksi yang cukup serius akibat pandemi Covid-19. 

"Kita mengalami kontraksi yang serius di 2020, tapi mungkin kita termasuk yang paling cepat untuk kembali di dalam perputaran perekonomian karena kesiapan dari kita semua," kata Anies dalam Forum Musrenbang Perubahan RPJMD 2017-2022 yang disiarkan akun Youtube Pemprov DKI Jakarta, Selasa (22/12). 

Kesiapan yang dimaksud Anies seperti tersedianya lapangan kerja di berbagai sektor yang mungkin bergeliat kembali saat kurva Covid-19 melandai. 

Anies mengakui pada 2020 perekonomian DKI Jakarta mengalami resesi akibat adanya kontraksi pada dua triwulan terakhir berturut-turut. Dia membeberkan, salah satu faktor terjadinya kontraksi pada perekonomian Jakarta tidak terlepas dari adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan adanya pembatasan sehingga membatasi kegiatan ekonomi.

"Jadi (kontraksi ekonomi) bukan karena salah perhitungan dalam kegiatan investasi pelaku-pelaku ekonomi di Jakarta tapi karena supply dan demand mengalami penurunan yang amat serius akibat kita harus melakukan pencegahan terhadap penularan virus lewat pengurangan aktivitas (ekonomi)," jelasnya.

Oleh karena itu, Anies optimis pada 2021 perekonomian Jakarta dapat pulih lebih cepat dibandingkan provinsi lainnya.

Selanjutnya, berdasarkan paparan Bank Indonesia Kantor Perwakilan DKI Jakarta, pada 2021 pertumbuhan perekonomian ibu kota diproyeksikan dapat kembali bertumbuh sekitar 5 hingga 5,4 persen. 

"Jadi kalau tahun ini kita minus dua sampai minus satu koma enam persen, Bank Indonesia memprediksikan tahun depan kita bisa lima sampai 5,4 persen. Dan diharapkan di tahun 2022 itu membaik di kisaran 5,8-6,2 persen," kata Anies. (jpnn/ant)

Komentar