Kamis, 04 Juni 2026 | 10:38
TRAVELLING

Cerita Pemuda Penjelajah Nusantara dengan Sepeda, Susah Dapat Izin dari Ibunda

Cerita Pemuda Penjelajah Nusantara dengan Sepeda, Susah Dapat Izin dari Ibunda
Muhammad Maahir Abdullah (Askara/Dhika Alam Noor)

ASKARA - Pemuda asal Jakarta, Muhammad Maahir Abdullah mengungkapkan peran besar sang ibu dalam melakukan ekspedisi penjelajahan Nusantara menggunakan sepeda. Meski semula sempat mendapat penolakan. 

Maahir memulai aksinya sejak 11 Maret 2018 silam. Dimulai dari kantor PMI Jakarta Selatan, Jalan Condet Pejaten, Pasar Minggu. Ekspedisi tersebut terhitung menghabiskan waktu hampir 3 tahun. 

Pria berusia 25 tahun itu mengaku sempat kesulitan untuk mendapat izin dari ibunya. Izin orang tua menjadi penting dalam melakukan perjalanan bersepeda sejauh 21.926 kilometer melintasi 34 provinsi. 

"Sosok ibu sangat berperan karena, ibu ku adalah orang paling susah luluhkan hatinya untuk aku izin," kata Maahir saat berbincang dengan Askara di kantor PMI Jakarta Selatan, Selasa (10/11).

Tekad kuat yang mendorong Maahir melakukan jelajah Nusantara itu sempat tidak dipercayai oleh ibunya. Bahkan dianggap hanya angan-angan kosong. Sehingga membuatnya susah mendapat izin.

"Pertama tidak percaya, aku dianggap lagi menghayal lagi ngigau. Kedua, tidak percaya. Ketiga, marah. Keempat marah lagi dan kelima, marah lagi," tutur Maahir. 

Namun usahanya untuk mendapat izin itu tidak berhenti begitu saja. Dia mulai menjalankan ekspedisi dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Hal itu untuk membuktikan keseriusan kepada ibunya. 

"Dengan cara sederhana, saya buktikan dengan ekspedisi kecil dari tahun 2015, 2016, 2017 biar tahu ibu saya. Bahwa saya bisa sebelum melaksanakan eskpedisi ini," cerita relawan PMI itu. 

Selain itu, membuatkan ibunya akun media sosial untuk mengawasi setiap momen yang dilakukan anaknya selama melakukan jelajah Nusantara. Meski terkadang anak muda ingin bebas dari pengawasan orang tua. 

"Ditambah saya buatin ibu saya sosial media, saya buatin WhatsApp, Facebook dan Instagram biar bisa mantau anaknya, walaupun anak muda gak suka nanti ketahuan nakalnya," imbuhnya sambil tersenyum. 

Setelah melalui berbagai upaya, sehingga ibunya bisa memberikan izin kepada Maahir. Mengingat perjalanan yang dilakoni itu termasuk luar biasa karena dilakukan seorang diri. 

Serta mengusung berbabagi misi. Seperti melakukan kampanye sehat dengan bersepeda, mengurangi polusi, serta membangun taman baca.

"Luluhnya ketika sudah tahu bahwa melihat ekspedisi kecil ku itu. Jadi paham dan mehami bahwa aku semata-mata bukan perjalanan melarikan diri, tapi perjalanan yang membuahkan karya," jelasnya. 

Dia menambahhkan bahwa di balik keberhasilannya menjelajah Nusantara dengan bersepeda, ada sosok ibu yang sepenuh hati mendukung dan mendoakannya. 

"Itu lah sosok ibu yang akhirnya mendukung perjalanan ini. Didoakan supaya kerjaan ini cepat selesai," tandasnya. 

Komentar