Kamis, 04 Juni 2026 | 08:23
NEWS

Gunung Merapi Berstatus Siaga, Warga Tiga Desa Dievakuasi

Gunung Merapi Berstatus Siaga, Warga Tiga Desa Dievakuasi
Gunung Merapi (BNPB/Sutopo)

ASKARA - Sebanyak 607 warga dievakuasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang akibat ditetapkannya status siaga Gunung Merapi.

Warga yang dievakuasi berasal dari tiga desa di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III.
 
"Terdiri atas Desa Krinjing, Desa Paten dan Desa Ngargomulyo di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang," ucap Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, Sabtu (7/11). 
 
Dikatakan Raditya, BPBD Kabupaten Magelang fokus mengevakuasi warga yang termasuk dalam kelompok rentan. Seperti balita, lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan kaum difabel.

Menurut dia, sebanyak 124 warga kelompok rentan yang berasal dari Desa Krinjing dievakuasi di Balai Desa Krinjing menggunakan mobil bak terbuka dan kendaraan pendukung lainnya. Warga terdiri atas 42 balita, 36 lansia, tiga ibu hamil, 41 ibu menyusui, dan dua difabel.

Kemudian warga Desa Paten yang tinggal di Dusun Babadan I dan Babadan II telah diungsikan ke Desa Banyurejo dan Desa Mertoyudan, Kecamatan Mertoyudan. Total 356 warga kelompok rentan diungsikan sementara.
 
"Selanjutnya, sebanyak 127 warga kelompok rentan dari Desa Ngargomulyo yang diungsikan ke empat titik pengungsian, yakni Gedung NU Ketaron, Gedung Futsal Tejowarno, Gedung PPP Prumpung, dan PAY Muhammadiyah," ungkap Raditya.
 
BPBD Kabupaten Magelang juga mendistribusikan logistik ke beberapa desa yang menjadi titik pengungsian. Seperti Desa Mertoyudan, Desa Banyurojo, dan Desa Deyangan di Kecamatan Mertoyudan.
 
BPBD Kabupaten Magelang bersama tim gabungan seperti PMI, Basarnas, Pemerintah Desa, Forkopimcam, Damkar, Dinas Sosial, TNI, Polri, relawan, dan komponen terkait mendirikan dapur umum untuk menyuplai kebutuhan makanan bagi para pengungsi. Selain itu, para pengungsi diwajibkan menjalani rapid test demi mencegah penularan covid-19.
 
"Apabila terdapat warga yang reaktif, maka akan dirujuk di Rumah Sakit (RS) rujukan untuk mendapatkan penanganan yang lebih intensif," ujar Raditya.
 
Raditya menuturkan pihaknya memasang fasilitas penyekat khusus bagi warga yang mengungsi untuk menghindari kontak langsung dan mencegah penularan covid-19. Fasilitas tempat cuci tangan tersedia di setiap titik di pengungsian hingga pembagian masker gratis kepada warga.

Komentar