ASKARA - Pengembangan lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa atau food estate di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah dilakukan dengan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi secara bertahap.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, pengembangan food estate di Kalteng untuk tanaman padi di lahan aluvial seluas 165.000 hektare yang merupakan lahan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) dengan leading sektor Kementerian Pertanian dimulai sejak akhir September 2020.
"Pada tahap awal fokus (rehabilitasi dan peningkatan saluran irigasi) di Blok A khususnya di zona A1 dan A5 sekitar 2000 hektare untuk memastikan saluran primer dan sekunder dapat mengalirkan air dengan baik. Dengan demikian, pencucian lahan berjalan baik untuk mengurangi kadar keasaman dengan membuang bahan beracun yang ada di lahan rawa," jelas Menteri Basuki saat meninjau Daerah Irigasi Rawa Dadahup, Kabupaten Kapuas pada Jumat (30/10).
"Pada tahap awal ini tidak boleh ada air yang mengalir ke saluran tersier supaya air ini dicuci dulu saat musim hujan. Kalau tingkat keasaman berkurang, lahan mulai bisa ditanami padi. Untuk itu, saya minta konsultan perencana agar dapat mendesainnya dengan baik dan saya juga akan menugaskan para PNS muda PUPR untuk ikut belajar di pekerjaan ini," tutur Menteri Basuki.
Progres pelaksanaan di lahan Eks-PLG untuk rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi Blok A seluas 38.631 hektare telah dimulai konstruksinya sejak 28 September 2020 dengan kontrak tahun jamak 2020-2022 senilai Rp 738,04 miliar. Pekerjaannya dilaksanakan oleh kontraktor PT Wijaya Karya - Hutama Karya - Adipatria, KSO.
Dari total luas lahan tersebut, sebanyak 17.257 hektare kondisi irigasinya akan direhabilitasi dan 21.374 hektare akan ditingkatkan kondisinya. Prioritas untuk tahun 2020 adalah rehabilitasi dan peningkatan irigasi seluas 2100 hektare di Dadahup yang ditargetkan tuntas pada akhir 2020.
Lingkup pekerjaan utamanya terdiri dari pekerjaan galian saluran primer utama sepanjang 27.000 meter, saluran primer pembantu 35.500 meter, saluran sekunder 78.500 meter, tersier 455.000 meter, kuarter 681.000 meter, dan kolektor 70.500 meter.
Selain itu, juga dilakukan pembuatan pintu air otomatis, box culvert dan rumah pompa. Saat ini progres pekerjaannya masing-masing untuk pekerjaan galian sudah mencapai 76,56 persen, pembangunan rumah pompa sebesar 13,16 persen, pintu air otomatis 7,22 persen, dan box culvert 2,64 persen.
Sementara untuk rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi pada Blok B, C, D seluas 91.500 hektare rencana lelang pada 28 September 2020 dan ditargetkan terkontrak pada Januari 2021. Anggaran untuk blok tersebut sebesar Rp 4,4 triliun dilaksanakan secara single year contract (SYC). (industry)

Komentar