Terdesak, Alasan Cai Changpan Bunuh Diri
ASKARA - Polisi mengungkapkan alasan terpidana mati kasus narkoba Cai Changpan melakukan aksi nekat dengan gantung diri.
Menurut Kepala Polda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana, Cai Changpan merasa terdesak dalam pelariannya. Apalagi tim gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Tangerang Kota sudah mengepung lokasi-lokasi persembunyiannya.
"Jadi, seluruh lokasi kami sisir. Jadi, ada kemungkinan dia sudah kehilangan tempat kemudian akhirnya dia mengambil jalan pintas untuk bunuh diri," jelasnya dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (19/10).
Awalnya, keberadaan Cai Changpan di tempat pembakaran ban di Jasinga, Kabupaten Bogor terendus oleh warga, khususnya pekerja di pabrik tersebut. Pekerja menaruh curiga ada seseorang yang menginap di pabrik setiap malam.
Kemudian makanan mereka kerap hilang dan diduga diambil oleh Cai Changpan. Sehingga para pekerja melaporkan kejadian yang dialaminya kepada kepala desa.
"Memang dalam pencarian kami juga menggunakan tokoh-tokoh masyarakat setempat. Jadi sepertinya sudah tidak ada jalan lain untuk melarikan ke tempat lain untuk lokasi sudah kami kepung," jelas Irjen Nana.
Cai Changpan melarikan dari Lapas Klas I Tangerang pada 14 September 2020. Dia melarikan diri dengan menggali tanah dan keluar melalui gorong-gorong.
Cai Changpan kabur melalui terowongan yang digalinya selama enam bulan. Setelah keluar dari lapas, Cai Changpan sempat berkunjung ke rumah istrinya di daerah Tenjo, Bogor. Setelah itu, Cai Changpan diduga bersembunyi di hutan di Tenjo yang diketahui memiliki luas mencakup tujuh kelurahan.
Terpidana mati kasus narkoba yang juga memiliki nama Cai Ji Fan itu ditemukan tergantung tidak bernyawa di sebuah pabrik pembakaran ban di Kecamatan Jasinga pada Sabtu (17/10) sekitar pukul 10.30 WIB. (jpnn)

Komentar