Kamis, 22 Oktober 2020 | 13:57
CULINARY

Oleh-oleh Khas Jogja Bekal Kesukaan Pangeran Diponegoro

Oleh-oleh Khas Jogja Bekal Kesukaan Pangeran Diponegoro
Yangko, camilan asli Jogja. (IG/noorsolikhah)

ASKARA - Liburan di Yogyakarta tentu tidak akan lengkap tanpa membawa pulang oleh-oleh untuk keluarga, kerabat hingga orang terkasih.

Nah, pasti sudah paham kan kalau Jogja sangat populer dengan ragam kuliner dengan citarasa manis, tak terkecuali Yangko, camilan yang sangat cocok untuk oleh-oleh.

Walaupun tak seterkenal Bakpia, Yangko merupakan salah satu oleh-oleh khas Jogja yang wajib dicoba.

Yangko adalah camilan yang terbuat dari ketan, kacang tanah, dan gula. Melihat dari bahannya pasti sudah bisa menerka seperti apa rasanya. Lembutnya ketan yang dihaluskan berpadu dengan manisnya gula dan gurihnya kacang. Uniknya, rasa manis pada camilan ini tidak bikin enek lho.

Seiring perkembangan zaman kita bisa menemukan kue Yangko dalam beberapa rasa seperti strawberry, durian, melon hingga cokelat.

Selain rasa yang manis, Yangko juga memiliki aroma wangi yang sangat khas. Ditambah lagi bentuknya kotak mungil dengan warna menarik menjadikannya oleh-oleh wajib saat liburan di Jogja.

Yangko ternyata memiliki sejarah yang sangat menarik. Konon dulunya camilan Yangko merupakan makanan para raja dan petinggi kerajaan sehingga rakyat biasa jarang yang bisa menikmati kuliner manis yang satu ini.

Menurut cerita, Yangko adalah bekal makanan Pangeran Diponegoro saat sedang berperang melawan penjajah. Hal ini karena Yangko termasuk makanan yang bisa bertahan agak lama, cocok untuk jadi bekal.

Nama Yangko sendiri berawal dari kata Kiyangko, dan dalam pengucapan orang Jawa kata Kiyangko diucapkan dengan singkat menjadi Yangko.

Saat ini kita bisa menemukan penjual Yangko di seluruh pelosok Jogja, dan salah satu yang sangat terkenal adalah Yangko Pak Prapto yang penuh sejarah. Konon dulunya kakek buyut Pak Suprapto inilah yang memperkenalkan Yangko ke masyarakat luas, beliau bernama Mbah Ireng. Mbah Ireng sudah membuat Yangko sejak tahun 1921 lho, walaupun masyarakat baru mengenal Yangko pada tahun 1939.

Satu wadah/porsi Yangko berisi sekitar 20 biji, di mana setiap bijinya dilapisi kertas tipis untuk pembatas dan pembungkus. Dalam satu bungkus biasanya terdapat beberapa rasa, namun ada juga yang hanya satu rasa. 

Walaupun oleh-oleh khas Jogja ini sangat nikmat namun harganya tetap murah meriah. Satu wadah/kardus biasanya dibanderol dengan harga Rp 15 ribu sampai Rp 40 ribu tergantung jumlah isi di dalamnya. (piknikdong)

Komentar