Kamis, 22 Oktober 2020 | 14:06
NEWS

Bawaslu Catat Pelanggaran Protokol Kesehatan di Pilkada Meningkat Dua Kali

Bawaslu Catat Pelanggaran Protokol Kesehatan di Pilkada Meningkat Dua Kali
Ilustrasi. (SP)

ASKARA - Badan Pengawas Pemilu menemukan pelanggaran kesehatan meningkat hingga dua kali lipat hingga 10 hari kedua penyelenggaraan tahapan kampanye Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020.

Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin mengatakan, peningkatan itu terjadi seiring bertambahnya jumlah pelaksanaan kegiatan kampanye dengan metode tatap muka atau pertemuan terbatas.

"Temuan Bawaslu menunjukkan pelanggaran prokes pada 10 hari kedua kampanye yaitu 6 hingga 15 Oktober sebanyak 375 kasus," katanya di Jakarta, Sabtu (17/10).

Angka tersebut bertambah 138 dibandingkan pada 10 hari pertama kampanye yaitu pada 26 September hingga 5 Oktober lalu dengan jumlah pelanggaran prokes 237 kasus.

Bawaslu menindaklanjuti pelanggaran tersebut dengan menerbitkan peringatan tertulis untuk pasangan calon dan atau tim kampanye hingga tindakan pembubaran kampanye.

Bawaslu juga menerbitkan sebanyak 233 surat peringatan tertulis pada periode kampanye 10 hari kedua. Jumlah itu meningkat sebanyak 163 surat dibandingkan pada 10 hari pertama.

"Pada 10 hari pertama kampanye dengan 70 surat peringatan tertulis," ujar Afifuddin.

Sedangkan sanksi berupa pembubaran kampanye pada 10 hari kedua kampanye ada sebanyak 35 tindakan. Pada 10 hari pertama kampanye jumlah sanksi berupa pembubaran sebanyak 48 tindakan.

Peningkatan jumlah pelanggaran protokol kesehatan dibandingkan pada 10 hari kampanye pertama berbanding lurus dengan peningkatan jumlah kampanye dengan metode pertemuan terbatas atau tatap muka.

"Bawaslu mencatat, ada sebanyak 16.468 kegiatan kampanye pertemuan terbatas di 270 daerah yang menyelenggarakan pilkada. Jumlah itu meningkat tajam dibandingkan pada periode 10 hari pertama kampanye yaitu sebanyak 9189 kegiatan kampanye," demikian Afifuddin. (antara)

Komentar