Dubes RI: Habib Rizieq Shihab Belum Diizinkan Keluar dari Arab Saudi
ASKARA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab disebutkan belum mendapatkan izin keluar dari Arab Saudi.
Demikian dikatakan Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel. Menurutnya, Rizieq Shihab masih berstatuskan 'blinking merah', atau pelanggar undang-undang di dalam portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi.
"Sampai detik ini mama Mohammad Rizieq Syihab (MRS) dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih 'blinking merah' dengan tulisan ta’syirat mutanahiyah (visa habis), dan dalam kolom lain tertulis: mukhalif (pelanggar UU)," terang Agus dalam keterangannya, Kamis (15/10).
Agus menjelaskan, Habib Rizieq merupakan seseorang melanggar aturan overstay dengan menggunakan visa kunjungan.
"Bentuk pelanggaran; mutakhallif ziyarah (overstay dengan visa kunjungan). Ada juga kolom “ma’lumat al-mukhalif” (data tentang pelanggar)," jelasnya.
"Di kolom foto MRS ditulis 'Surah al-Mukhalif' foto pelanggar. 'Red Blink' adalah sinyal bahwa yang bersangkutan belum bisa keluar dari Arab Saudi," sambung Agus.
Sebelumnya, di tengah kerumunan aksi menolak UU Cipta Kerja, Dewan Pusat FPI menyampaikan pengumuman dari Kota Mekah tentang rencana kepulangan Rizieq Shihab. Meski tidak disampaikan secara pasti waktu kepulangan itu.
"Baru saja kami dapat informasi penting terkait kepulangan Habib Rizieq Shihab," kata Dewan Pusat FPI di Silang Monas, Jakarta, Selasa (13/10).
Mereka bersyukur dengan rencana kepulangan Rizieq Shihab setelah melalui proses panjang yang berhasil dilakukan otoritas setempat.
"Bahwa alhamdulilah setelah melalui proses perundingan panjang, tanpa bantuan rezim Indonesia akhirnya dapat kejelasan kepulangan Rizieq Shihab," tuturnya.
Dikatakan, pencekalan Rizieq Shihab telah dicabut dan dibebaskan segala denda yang menjeratnya. Sebab menurut mereka Rizieq Shihab tidak bersalah.
"Karena Rizieq tidak bersalah di Arab Saudi. Sekarang ini sedang menunggu proses administrasi dan pembelian tiket dan jadwal pulang ke Indonesia," terangnya.
Dewan Pusat FPI juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah Arab Saudi dan semua pihak yang telah membantu proses kepulangan Rizieq Shihab. Mereka juga meminta umat Islam menjemput sang imam besar setibanya di Indonesia.
"Terima kasih pemerintah Arab Saudi, termasuk seluruh umat Islam agar selalu dilindungi. Habib Rizieq akan memimpin revolusi," tandasnya ditutup dengan teriakan takbir.

Komentar